Malang (beritajatim.com) – Tiga mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema), yaitu Merysa Amelia Putri, Geishella Ayu Ardianty, dan Dennis Susilo Kurniawan meraih Juara I Tourism Competition. Ketiga mahasiswa jurusan Program Studi D-IV Usaha Perjalanan Wisata meraih juara pada ajang Student Union Hotel & Tourism Business yang diadakan Universitas Ciputra Surabaya pada 23 hingga 25 Maret 2023 lalu.
Salah satu anggota tim Geishella Ayu Ardianty menceritakan bahwa lomba tour package competition itu diarahkan untuk membuat sebuah paket wisata inovasi ke desa wisata di Indonesia kak. Desa wisatanya sudah ditentukan sehingga kelompok tidak bisa memilihnya sendiri.
“Jadi ini kan lombanya tim ya, ada saya dan 2 rekan saya. Karya yang kami buat yaitu Tour Package ke Desa Wisata Huta Tinggi, Sumatera Utara selama 4 hari 3 malam. Konsepnya sendiri sustainable tourism yaitu live in di Desa Huta Tinggi, kami tidak hanya membuat paket wisata tetapi juga membuat inovasi terkait aktivitas yang dapat dilakukan di desa tersebut bersama warga lokal,” ujar mahasiswa yang akrab disapa Geaa itu, Senin (27/3/2023).

Tim awalnya mencari informasi tentang desa wisata Huta Tinggi. Kemudian dilakukan persiapan sebelum akhirnya menghubungi ketua pokdarwis dari desa wisata Huta Tinggi. “Dari situ kami kembangkan menjadi sebuah paket wisata,” ujar Geishella Ayu.
“Untuk persiapannya kami rutin melakukan konsultasi kepada dosen pembimbing melalui online maupun offline, kemudian dosen pembimbing melakukan penilaian sebelum kami pengumpulan lomba. Jika ada yang kurang kami akan revisi segera lalu konsultasi lagi,” pungkasnya.
BACA JUGA:
Rekrutmen Bersama Polinema, 24 Perusahaan Nasional Terlibat
Tim yang dibimbing oleh Arta Ridiatno, S.Tr.Par., M.Par dan Bayu Wirajuna, S.Tr. Par., MM.Par. ini, ikut pada kategori Tour Package yaitu membuat paket wisata yang dilengkapi dengan subjek Desa Wisata yang sudah terdaftar di Kemenparekraf.
Anggota tim lainnya, Merysa, menjelaskan bahwa paket wisata berbasis inovasi dan suistanablity tourism yang dibuat tim bermanfaat untuk memperkenalkan kepada calon wisatawan. “Tim kami juga menjaga agar tetap eksis sebuah kebudayaan di suatu masyarakat. Desa wisata yang kami pilih adalah Desa Wisata Huta Tinggi di Sumatera Utara,” ujar Merysa. [dan/suf]






