Surabaya (beritajatim.com) – Tim Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk menghadirkan pengelolaan data yang efisien dalam mendukung pelayanan publik Kominfo RI.
Dosen pembimbing tim Prasetiyono Hari Mukti mengungkapkan, Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo RI kerap berurusan dengan agenda persuratan seperti perizinan frekuensi, perizinan layanan, hingga pengawasan pembayaran.
Tak jarang, ada sejumlah permintaan yang tidak sesuai dan aplikasi tidak termonitor. “Karena itu, pemanfaatan kecerdasan buatan ditinjau untuk menghadirkan pengelolaan data yang lebih baik,” kata Pras, ditulis Sabtu (30/12/2023).
Menurutnya, kecerdasan buatan atau AI dapat diaplikasikan untuk mempermudah proses pembacaan dokumen serta menyortirnya menjadi susunan yang mudah dibaca.
“Beberapa teknologi seperti machine learning yang disertai dengan Optical Character Recognition (OCR) digunakan untuk menghadirkan solusi berdasarkan permasalahan yang ada,” ungkapnya.
Sementara Ketua Tim Muhammad Ali Akbar memaparkan proses kerja sistem. Menurutnya, citra dokumen pertama-tama akan melalui proses OCR untuk mengekstraksi teks yang ada menjadi bahasa yang dapat dibaca oleh mesin.
Hasil tersebut kemudian akan diolah menggunakan model machine learning yang telah dibuat. “Hal ini bertujuan untuk mengklasifikasikan konten teks secara otomatis menjadi beberapa kategori yang telah ditentukan,” paparnya.
Dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Azure Machine Learning dan Power Automate, kata Ali, beberapa masukan pada dokumen kemudian akan diubah menjadi teks dan secara langsung terhubung ke database yang ada.
“Tahapan ini memang kerap digunakan di bidang pengelolaan data, namun tantangannya adalah menyesuaikan dengan data sesuai yang ada di SDPPI Kominfo RI,” tandas mahasiswa angkatan 2022 ini.
Ali menilai, digitalisasi dokumen tersebut akan menghadirkan sistem manajemen yang terpadu untuk memastikan pelayanan yang akurat dan efisien. “Tentu digitalisasi ini akan membuat pengelolaan data lebih praktis dan ringkas ketimbang penggunaan dokumen fisik,” tuturnya.
Ali melihat bahwa ke depan sistem ini masih dapat dikembangkan untuk melihat keabsahan dokumen hingga integrasi peta untuk memvisualisasikan data koordinat pada dokumen.
Ia berharap, penelitiannya dapat dikembangkan lebih lanjut dan bisa bermanfaat bagi Kominfo RI. “Tentu ini menjadi langkah awal bahwa digitalisasi data berbasis kecerdasan buatan dapat membantu pelayanan publik,” tegasnya. [ipl/beq]






