Pamekasan (beritajatim.com) – Puluhan mahasiswa IAIN Madura, mengikuti program Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) VI dan Sosialisasi PHBS dalam rangka menciptakan relawan berkualitas dan berjiwa kemanusiaan.
Diklatsar yang digagas UKK KSR PMI Unit IAIN Madura, digelar di Desa Peltong, Kecamatan Larangan, Pamekasan, selama 4 hari, terhitung sejak Sabtu hingga Selasa (6-9/1/2024) besok.
“Diklatsar dan Sosialisasi PHBS ini digelar dalam rangka kaderisasi anggota baru, sekaligus upaya mencetak calon-calon relawan tangguh sebagai garda terdepan kemanusian,” kata Komandan UKK KSR PMI Unit IAIN Madura, Siti Asyiah, Senin (8/1/2024).
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga berharap peserta baru tetap semangat sehingga mampu menempuh 120 jam pembelajaran yang sudah dicanangkan. “Tetap semangat dan jangan tumbang di tengah jalan,” harapnya.
Baca Juga: Dikmas Lantas Jadi Trik Polisi Antisipasi Bali di Pamekasan
“Tidak kalah penting, kami juga sangat berharap para peserta mampu mengikuti serangkaian acara diklat ini, baik dari diklat kemah, diklat kredit, dan simulasi dengan baik,” sambung Asyiah.
Dalam Diklat tersebut, para peserta digembleng dengan beragam materi berbeda sebagai bekal awal demi merealisasikan orientasi garda terdepan kemanusiaan. Beberapa di antaranya berupa materi teknis pertolongan pertama, mulai dari materi pertolongan pertama dasar hingga penanganan patah tulang dan pemberian bantuan hidup dasar.
Baca Juga: Ini Kata ‘Sultan Madura’ Soal Video Viral Gus Miftah di Pamekasan
Sementara target dari kegiatan tersebut diharapkan dapat melahirkan kader-kader kemanusiaan yang terlatih dan kompeten untuk diterjunkan dalam misi kemanusiaan, baik di dalam internal kampus maupun eksternal kampus. Tidak kalah penting juga sebagai upaya kaderisasi khususnya di lingkungan KSR PMI Unit IAIN Madura.
Dari itu pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat mencetak generasi tangguh dalam aspek kemanusiaan. “Harapannya semoga nantinya dapat melahirkan relawan kemanusiaan yang memiliki loyalitas dan kompetensi mempuni dalam melakukan penanganan bencana, baik di masyarakat maupun di luar kampus,” pungkasnya. [pin/ted]






