Jakarta (beritajatim.com) – Maarten Paes menyadari betapa pentingnya untuk memberikan kesan pertama yang baik saat membela Timnas Indonesia. Dalam pertandingan melawan Arab Saudi, ia berhasil menggagalkan penalti Salem Al-Dawsari.
“Saya mempelajari dua tipe tendangan penalti yang dia miliki. Saya menjalankan rencana dan berhasil menyelamatkan bola,” ungkap Paes dalam laman resmi FC Dallas.
Setelah pertandingan, Timnas Indonesia pulang dengan satu poin berkat hasil imbang 1-1. Mereka kemudian bersiap menghadapi Australia, tim peringkat 25 dunia, di hadapan 70.000 pendukung setia di Jakarta.
Dalam pertandingan tersebut, anak asuh Shin Tae-yong itu berhasil meraih hasil imbang 0-0, dengan Paes melakukan lima penyelamatan yang penting.
“Ini adalah momen puncak karier saya, bermain di depan para penggemar sendiri,” ungkapnya,
Saya pernah bermain di stadion Ajax yang dihadiri 60.000 orang, tetapi saat itu mereka mencemooh saya. Kini, mereka benar-benar mendukung kami. Saya merasakan energi luar biasa dari mereka, seolah saya harus memberikan yang terbaik untuk mereka. Itu pengalaman yang luar biasa, dan saya bersyukur bisa membantu tim,” ujar Paes.
Maarten Paes akan mendapatkan caps ketiganya untuk Indonesia pada 10 Oktober lawan Bahrain sebelum bertanding melawan China di Qingdao, Shandong, lima hari kemudian.
Kemenangan dalam kedua pertandingan ini sangat penting untuk peluang Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Untuk lolos secara otomatis, Indonesia harus finis di posisi dua teratas dari grup yang terdiri dari enam tim, termasuk Jepang, Arab Saudi, Bahrain, Australia, dan China. Saat ini, Indonesia berada di posisi keempat dengan dua poin, unggul di atas Australia dan China. (faw/ian)






