Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka upaya meningkatkan kualitas angkutan umum di Jatim, Pemprov Jatim melalui Dinas Perhubungan akan mengoperasikan 22 unit Bus Trans Jatim Koridor II rute Surabaya-Mojokerto (lewat Krian).
Ini diharapkan sebagai pengganti ‘Bus Ijo’ yang telah berusia 25 tahun melayani rute tersebut, sehingga perlu dilakukan regenerasi. Yakni, dengan harapan masyarakat penumpang bisa lebih nyaman, aman dan selamat dalam perjalanan.
“Jika tak ada perubahan, Gubernur Jatim Bu Khofifah dijadwalkan akan melaunching program Trans Jatim Koridor II di Terminal Kertajaya Kota Mojokerto pada Minggu (20/8/2023) lusa,” kata Kadishub Jatim, Nyono kepada beritajatim.com di kantornya, Jumat (18/8/2023).
Baca Juga: Relokasi Pedagang Pasar Srimangunan Dinilai Bukan Solusi
Sebanyak 20 armada bus telah disiapkan plus dua armada cadangan. Total 22 unit. Bus-bus itu melintasi 35 halte yang telah disiapkan. “Halte kami tempatkan di beberapa lokasi strategis. Masyarakat umum hanya membeli tiket Rp 5.000. Sedangkan, pelajar, mahasiswa dan santri Rp 2.500,” ujarnya.
Dengan jumlah 35 halte dan 22 unit bus itu, waktu tunggu antarbus diestimasi 10-15 menit pada jam sibuk serta 25-30 menit pada jam-jam longgar. Jam operasionalnya ditetapkan mulai pukul 05.00 hingga 21.00. Tak jauh beda dengan Koridor I (Porong-Sidoarjo-Surabaya-Gresik) yang sudah beroperasi.
Selain itu, sama dengan Trans Jatim Koridor I, bus Koridor II nanti juga bisa diakses melalui aplikasi Trans Jatim Ajaib. Bukan hanya tiket, aplikasi itu juga bisa dipakai untuk memantau posisi kendaraan.
Baca Juga: Antisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Pemkot Surabaya Libatkan Kader Madagaskar
Pemprov Jatim juga akan menerapkan skema tiket terusan saat bus tersebut mulai beroperasi. Jadi, penumpang yang naik dari Koridor I, bisa melanjutkan ke Koridor II dan berlaku sebaliknya, tanpa harus kembali membayar tiket. Dengan catatan, durasi waktu tiket terusan adalah maksimal dua jam.
Dengan dioperasikannya Koridor II, saat ini Trans Jatim sudah mengoperasikan 55 armada bus. Sebanyak 33 bus digunakan untuk koridor I dan sisanya 22 di koridor II. Ke depan, juga akan dioperasikan Trans Jatim Koridor III rute Surabaya-Sidoarjo PP lewat Arteri Porong (Pasar Larangan-Buduran-Gedangan-Waru-Bungurasih-Joyoboyo) pada 12 Oktober 2023 (tepat Hari Jadi Provinsi Jatim).
Sementara itu, Nyono juga mengungkapkan, bahwa angka kecelakaan berdasarkan Data Polda Jatim, ada 10-15 orang meninggal setiap harinya. Dan, 78 persen disumbang dari pengguna kendaraan roda dua.
Baca Juga: Gagal Tundukkan Persebaya, Pelatih PSM Makasar Sesali Kegagalan Curi Peluang Gol
“Kami sangat prihatin, yang jadi korban kecelakaan adalah mereka yang berusia produktif dan banyak yang jadi tulang punggung keluarga. Akibatnya, menambah angka kemiskinan baru. Ini Bu Gubernur benar-benar tidak menginginkan hal itu terjadi. Untuk itu, perlu meningkatkan kualitas dan performance angkutan umum yang aman, nyaman, berkeselamatan dan harga terjangkau. Kami juga merangkul mantan sopir Bus Ijo menjadi pengemudi Trans Jatim. Sehingga, mereka tidak kehilangan pekerjaan dan terjadi friksi sosial,” pungkasnya. (tok/ian)
![Lusa, Gubernur Launching Bus Trans Jatim Koridor II Surabaya-Mojokerto Kadishub Jatim, Nyono saat menjelaskan program Trans Jatim Koridor II di Terminal Kertajaya Kota Mojokerto. [Beritajatim/Tok]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/08/Kadishub-Jatim-Nyono.jpg)





