Surabaya (beritajatim.com) – Gerakan kembali peduli atas lingkungan yang dilakukan dengan cara yang eksentrik dan provokatif. Salah satunya beberapa orang yang mengklaim aktivis lingkungan banyak merefleksikan agendanya pada karya seni klasik yang dianggap repesentatif.
Beberapa waktu lalu, seorang aktivis menyamar sebagai nenek-nenek yang kemudian melemparkan kue ke lukisan Monalisa di Museum Louvre Prancis sebagai protes atas seniman yang dianggapnya harusnya mampu menjadi agen perubahan. Kali ini kejadian yang hampir serupa dilakukan oleh tiga aktivis lingkungan Italia.
Aktivitis lingkungan ini menempelkan tangan mereka ke kaca yang melindungi lukisan Primavera karya Sandro Botticelli di Galeri Uffizi di Florence.
Aksi itu merupakan bentuk protes mereka atas kerusakan lingkungan yang massif terjadi di berbagai belahan dunia. Kejadian itu terjadi di museum terkemuka di mana lukisan setinggi 10 kaki itu ditempatkan di samping karya-karya lain oleh seniman abad ke-15.
Tiga demonstran tiba dengan tanda bertuliskan, dalam bahasa Italia, “Generasi Terakhir, Tanpa Gas Tanpa Batubara,” kata polisi setempat dilansir dari The Guardian. Ketiganya dilaporkan anggota kelompok protes yang disebut “Ultima Generazione,” yang diterjemahkan menjadi “Generasi Terakhir.”
Dua dari aktivis iklim itu menempelkan telapak tangan mereka pada lukisan Sandro Botticelli, mahakarya berusia 540 tahun itu, sementara yang ketiga membantu membentangkan spanduk.
Ketiganya, yang telah membayar tiket untuk masuk ke galeri, dibawa pergi oleh polisi, menurut kantor berita lokal Italia Ansa. Tidak ada kerusakan yang terjadi pada lukisan itu, kata Ansa mengutip pernyataan resmi dari museum itu.
Media Italia mengatakan para aktivis itu diberi perintah resmi untuk menjauh dari kota yang populer turis itu selama tiga tahun, menggunakan strategi di Italia yang serupa dengan yang sering diterapkan pada penggemar sepak bola yang melakukan kekerasan.
“Apakah mungkin melihat mata air seindah ini hari ini?” Ultima Generazione mengatakan dalam pernyataan di website mereka.
“Kebakaran, krisis pangan, dan kekeringan membuatnya semakin sulit. Kami memutuskan untuk menggunakan seni untuk membunyikan panggilan alarm: kami menuju keruntuhan sosial dan eko-iklim”.
Primavera Botticelli yang berusia 650 tahun (artinya Musim Semi) adalah salah satu lukisan paling terkenal di dunia. Situs web galeri Uffizi menggambarkan lukisan itu sebagai “perayaan cinta, perdamaian, dan kemakmuran”.
Para aktivis ini mengatakan protes itu adalah yang pertama dalam “musim aksi baru” yang menargetkan museum. Tampaknya terinspirasi oleh aktivis Just Stop Oil di Inggris yang baru-baru ini melakukan kampanye serupa dengan protes di galeri seni.
Kelompok itu mengatakan mereka telah berkonsultasi dengan ahli restorasi seni untuk menemukan cara merekatkan lukisan itu tanpa merusaknya. “Dengan cara yang sama seperti kami mempertahankan warisan seni kami, kami harus mendedikasikan diri untuk perawatan dan perlindungan planet yang kita bagi dengan seluruh dunia,” kata mereka dalam pernyataan di situs web mereka.
Ultima Generazione telah melakukan beberapa aksi protes di Italia sejak Desember, salah satunya adalah memblokir jalan di sekitar Roma, ibukota Italia.
Ini adalah salah satu dari sejumlah kelompok aktivis yang bermunculan di seluruh Eropa dan di Kanada dan Australia yang terinspirasi oleh taktik Insulate Britain, yang protes penghalangannya di sekitar London dan Inggris tenggara menyebabkan gangguan besar-besaran dan mendorong percakapan nasional tentang perubahan iklim dan efek rumah kaca.
Seperti Insulate Britain dan Just Stop Oil, Ultima Generazione telah menerima dana dari Climate Emergency Fund yang berbasis di AS, sebuah dana filantropi yang dibentuk untuk menyalurkan uang kepada kelompok aksi langsung. [adg/beq]







