Surabaya (beritajatim.com) – Akhir-akhir ini, banyak protes dari para aktivis iklim yang cukup sering menarik perhatian media dengan cara yang unik untuk membuat orang mendengar tuntutan mereka. Trend belakangan ini adalah adanya peningkatan insiden seperti para aktivis iklim melemparkan barang-barang ke lukisan klasik di sebuah museum.
Baru-baru ini, sepasang wanita melemparkan sup tomat ke lukisan Vincent van Gogh yang terkenal yakni Bunga Matahari di London Nasional Galeri dan kemudian kejadian serupa terjadi di Museum Barberini di Postdam, Jerman.
Pada hari Minggu kemarin (23/10), sepasang aktivis iklim melemparkan sekaleng kentang tumbuk ke seluruh lukisan Claude Monet di museum Jerman seperti yang terlihat pada gambar yang diuplouad oleh @AufstandLastGen, sebuah kelompok protes lingkungan yang disebut Generasi Terakhir.
Para pengunjuk rasa bertanya apa yang lebih berharga, seni atau kehidupan, dan menambahkan bahwa seniman yang lukisannya mereka tutupi dengan pasta yang dapat dimakan dan ramah lingkungan. Lukisan itu dilelang senilai USD 111 juta pada 2019 atau setara dengan Rp1.732.449.150.000, jumlah tertinggi yang dibayarkan untuk lukisan Monet.
Mereka memposting video aksi tersebut dan menulis, yang artinya, “#Kartoffelbrei di #Monet : Apa yang lebih berharga #FürAlle – seni atau kehidupan? Monet mencintai alam dan menangkap keindahannya yang rapuh dalam karya-karyanya. Mengapa lebih banyak lagi? takut salah satu gambar ini rusak daripada kehancuran dunia kita sendiri?”
Para aktivis yang mengenakan rompi hitam dan oranye itu menuangkan kentang tumbuk ke lukisan itu sebelum duduk di depannya dan menempelkan tangan masing-masing ke dinding. “Apakah perlu kentang tumbuk pada sebuah lukisan untuk membuat Anda mendengarkan? Lukisan ini tidak akan bernilai apa-apa jika kita harus berebut makanan,” kata salah satu dari dua aktivis dalam video yang direkam di tempat kejadian.
Dilaporkan, kedua aktivis itu ditahan dan sedang diselidiki atas kerusakan properti dan pelanggaran. Pejabat museum telah menginformasikan bahwa lukisan itu dilindungi oleh kaca dan para ahli telah menilai bahwa lukisan itu tidak mengalami kerusakan.
Gerakan aksi protes dari para aktivis lingkungan ini semacam jihad kecil yang dimulai dari insiden beberapa bulan lalu, yang mana Lukisan MonaLisa dilempar sepotong kue tart dan ada juga aktivis yang menempelkan tangannya di lukisan klasik terkenal lainnya. [adg/beq]







