Banyuwangi (Beritajatim.com) – Kunjungan wisatawan ke Banyuwangi selama libur Lebaran mengalami lonjakan signifikan hingga 300 persen. Dampak dari peningkatan ini turut menggerakkan roda ekonomi lokal, dengan total perputaran uang yang tercatat mencapai Rp55,7 miliar selama sepuluh hari masa liburan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Taufik Rohman, menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi dari berbagai sektor yang terkait langsung dengan pariwisata.
“Dari total tersebut, sekitar Rp16 miliar berasal dari belanja akomodasi wisatawan dan Rp22,5 miliar dari pembelian tiket masuk destinasi wisata,” ungkap Taufik, Senin (14/4/2025).
Sektor kuliner juga turut mencatatkan kontribusi besar, dengan omzet restoran dan warung makan mencapai Rp 14 miliar. Pusat oleh-oleh dan pelaku UMKM pun ikut merasakan lonjakan penjualan, dengan total omzet sebesar Rp3,2 miliar selama libur Lebaran.
“UMKM dan pusat oleh-oleh mendapatkan berkah luar biasa dari antusiasme wisatawan. Ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal,” tambahnya.
Taufik menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam menyambut para wisatawan, termasuk pengelola destinasi, penyedia akomodasi, hingga pelaku usaha oleh-oleh. Menurutnya, pelayanan maksimal dari seluruh elemen tersebut berperan penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang positif.
Dengan catatan positif ini, Disbudpar optimis pariwisata Banyuwangi akan terus berkembang dan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan wisatawan yang telah memilih Banyuwangi sebagai destinasi liburan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan mengembangkan potensi wisata daerah,” pungkas Taufik. [alr/but]






