Bojonegoro (beritajatim.com) – Longsor terjadi di Jalan alternatif yang menghubungkan Kecamatan Gondang dengan Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro Akibatnya jalan tersebut terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan.
Akibat jalan putus di Desa Klino Kecamatan Sekar pada Jumat (7/3/2025) itu warga yang biasa melintasi jalan tersebut terganggu dan harus memilih jalur lain. Longsor terjadi akibat tergerus longsornya Kali Gandong.
“Meskipun ini berada di desa Klino namun beberapa desa seperti Sekar, Deling selalu melintasi jalan poros ini untuk sampai ke kecamatan Gondang,” ujar Kepala Desa Klino, Dwi Nurjayanti, Senin (10/3/2025).
Dwi juga menjelaskan bahwa dengan rusaknya jalan poros penghubung antar kecamatan di wilayahnya membuat warga dari berbagai desa di kecamatan Sekar harus memutar jauh untuk sampai ke Kecamatan Gondang.
Ia mengaku kasihan dengan para pelajar di Kecamatan Sekar yang sedang bersekolah di Gondang. Sebab dengan putusnya jalan ini sangat menggangu sekali bagi mereka. “Kalau warga mau ke Gondang ya harus memutar dengan jarak dua kali lipat bahkan sampai belasan kilometer,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sampai dengan saat ini pihak desa tidak mampu untuk memperbaiki jalan yang longsor karena memerlukan anggaran yang cukup besar. Sementara pihak desa juga berupaya meminta lahan warga yang ada di sekitar jalan untuk dibuat jalan darurat.
“Tapi pemilik lahan di samping jalan menolak untuk dibuat jalan pedel,” jelas Dwi Nurjayanti.
Selain itu, pihak desa mengaku telah melakukan kordinasi dengan instansi terkait seperti BPBD Bojonegoro serta dinas pekerjaan umum sumber daya air (PUSDA) Bojonegoro.
“Namun dari kordinasi kemarin kelihatanya diarahkan ke dinas PU Binamarga untuk penanganan jalan ini,” pungkasnya. [lus/beq]






