Magetan (beritajatim.com) – Longsor yang terjadi di sisi selatan kawasan wisata Telaga Sarangan berdampak pada tingkat kunjungan wisata. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Magetan memastikan objek wisata andalan tersebut tidak ditutup.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Magetan, Joko Trihono, mengatakan longsor hanya terjadi di salah satu sudut telaga dengan panjang kurang lebih 70 meter. Area terdampak berada di sisi selatan dan tidak menutup seluruh akses kawasan.
“Memang ada pengaruh terhadap kunjungan, karena muncul informasi seolah-olah Sarangan terdampak parah. Padahal longsor hanya terjadi di satu titik, sekitar 70 meter di sisi selatan,” ujarnya.
Joko menegaskan, wisatawan tetap dapat berkunjung ke . Namun, untuk sementara pengunjung tidak diperkenankan menggunakan kendaraan bermotor untuk berkeliling telaga, khususnya melintasi jalur sisi selatan yang terdampak.
Sebagai alternatif, wisatawan masih bisa menikmati kawasan tersebut di lokasi-lokasi dengan pemandangan yang tak kalah menawan. Pembatasan ini dilakukan demi menjaga keselamatan pengunjung sekaligus mengantisipasi potensi longsor susulan.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus berupaya melakukan penanganan dan pengamanan di lokasi agar aktivitas wisata tetap berjalan aman dan terkendali.
Dispbudar Magetan juga meminta dukungan media untuk menyampaikan informasi yang utuh kepada masyarakat.
“Sarangan tidak tutup. Hanya ada satu titik longsor yang sedang ditangani dan masih bisa dilalui dengan berjalan kaki,” tegas Joko.
Dengan klarifikasi tersebut, diharapkan wisatawan tidak ragu untuk tetap berkunjung dan menikmati keindahan Telaga Sarangan dengan tetap mematuhi aturan keselamatan yang berlaku. [fiq/aje]






