Malang (beritajatim.com) – Festival Sastra Kota Malang akan hadir dalam waktu dekat, tepatnya 26 sampai 29 September 2024. Untuk menyambut kehadiran festival ini, panitia menyelenggarakan pra-festival berupa Lokakarya Sastra (Lokastra) di Aula SMKS Bina Cendika YPK Malang.
Lokastra ini diisi dengan berbagai rangkaian acara. Ada penampilan monolog dan juga aksi para barista. Kegiatan inti dari Lokastra adalah lokakarya penulisan cerpen tiga paragraf (pentigraf) yang diisi oleh Tengsoe Tjahjono dan lokakarya penulisan puisi bertema “Sajian Olah-Alih Diksi” oleh Dewi R Maulidah.
Ajun Nimbara, panitia Festival Sastra Kota Malang 2024 menjelaskan bahwa Lokastra merupakan salah satu nama program dari rangkaian Festival Sastra Kota Malang #2. Acara ini sebagai program pra-festival yang diselenggarakan untuk mengawali acara utama.
“Kami memilih tema gastronomi yang dihubungkan dengan pengalaman atau perspektif sastra dengan tajuk Jelajah Cita Rasa. Lokastra sebagai agenda pra-festival ini akan dikemas dengan kegiatan-kegiatan eksploratif dan menulis karya sastra,” ujar Ajun, sapaanya.
Menurut pria yang juga menjadi dosen Universitas Negeri Malang ini, peserta kegiatan Lokastra ditujukan kepada siswa-siswi SMKS Bina Cendika dan SMA/SMK Sederajat se-Kota Malang. Mereka yang menjadi peserta telah Iulus seleksi tulis.
“Lokastra cerpen kami batasi 25 peserta, untuk puisi 20 peserta. Kriterianya harus siswa-siswi SMA/SMK sederajat se-Kota Malang dan Malang Raya. Mereka diseleksi dengan kemampuan menyusun paragraf dengan memperhatikan kohesi dan koherensi, mereka juga harus mampu mengekspresikan satu kata yang ditentukan dalam satu larik,” ungkap Ajun.
Ketua Komunitas Pelangi Sastra Malang, Denny Mizhar menuturkan, Jelajah Cita Rasa adalah rangkaian kata kunci yang dapat mempertemukan para penulis, pembaca, pengamat, penikmat sastra, hingga pelaku sastra. Dengan kata kunci ini mereka bisa saling berbagi pengetahuan kesusastraan yang berhubungan dengan perjalanan kuliner atau pangan.
“Festival sastra ini kami harap menjadi wadah saling berbagi pengetahuan kesusastraan yang berhubungan dengan perjalanan dan jamuan, budaya kuliner atau pangan, wisata kuliner yang bersejarah atau bermakna, baik secara lokal maupun domestik sebagai cakupan gastronomi sastra, ritual pangan, berbagai cerita resep kuno atau khas tertentu,” ungkap Denny.

Denny Mizhar dalam sambutannya mengajak siswa SMA yang menjadi peserta Lokastra agar semangat menulis. Mereka diajak untuk bersama-sama berproses kreatif dalam menulis sastra.
“Bagi kalian yang berminat menerbitkan buku atau ingin berproses menulis buku bisa hubungi saya. Lokastra ini sebagai awal perkenalan, selanjutnya kalian bisa lebih mengeksplorasi seputar kepenulisan kreatif,” ungkap Denny di hadapan puluhan siswa yang hadir saat acara.
Dedy D Reppy, Kepala Sekolah SMKS Bina Cendika mengapresiasi penuh kegiatan Festival Sastra kota Malang yang diadakan Pelangi Sastra. Menurutnya acara ini dapat mendukung kreativitas siswa dalam minat kepenulisan.
“Saya harap kerjasama dengan Pelangi Sastra Malang ini bisa terus berlanjut ke depan. Kami harap ada ide baru dari siswa dalam ranah kepenulisan, terutama berhubungan dengan tata boga, memang mulai tahun kemarin sudah memasukkan mapel tata boga sehingga tema festival ini juga mengembangkan ide siswa,” ujar Dedy. (dan/but)






