Surabaya (beritajatim.com) – Lokasi ditemukannya jenazah Hudoyo (45) warga Medokan Semampir, Surabaya yang diduga dibunuh berada di tengah-tengah tambak dan jauh dari pemukiman.
Jika mengacu dari letak terakhir akses sepeda motor via Jl. Arief Rahman Hakim, maka jarak antara lokasi parkir motor dan jenazah Hudoyo mencapai 7 kilometer. Jauhnya lokasi Hudoyo tewas membuat keluarga curiga jika yang melakukan pembunuhan adalah rekan seprofesi sebagai pencari kepiting.
Untuk menuju lokasi tewasnya Hudoyo via Jalan Raya Sukolilo Kasih, pantauan beritajatim.com apartemen Dian Regency dan perumahan Sukolilo Dian Regency sebagai pemukiman warga paling akhir di sekitar lokasi ditemukannya Handoyo tewas.
Dari perumahan tersebut, hanya bisa diakses sepeda motor sekitar 1 kilometer karena ada pembangunan perumahan baru. Setelah pembangunan perumahan itu, untuk menuju ke lokasi tewasnya Hudoyo diperlukan perjalanan 5-6 kilometer dengan kondisi tanah berlumpur.
Saat petugas Satreskrim Polrestabes Surabaya dan BPBD melakukan evakuasi, jenazah Hudoyo sempat dinaikan sepeda motor sambil dipegang oleh beberapa petugas agar tidak jatuh. Sepeda motor juga hanya bisa melaju pelan karena jalan berlumpur.
“Kemungkinan (pembunuhan) sudah direncanakan (temannya). Kalau dari teman-teman adik saya, korban ada punya selisih paham dengan teman sesama pekerjaan di Tambak. Orangnya kos di Kejawan Tambak,” kata Agus Prayitno, kakak kandung korban Hudoyo saat ditemui di rumah duka.
Agus (47) menjelaskan, ia mengetahui adiknya sudah berselisih paham dengan salah satu pekerja di tambak sejak sebulan yang lalu. Kecurigaan keluarga bahwa Hudoyo dibunuh rekan seprofesinya menguat setelah pria yang berselisih dengan Hudoyo itu menghilang dari semalam.
“Karena terduga pelaku ini masih satu profesi pekerjaan dengan korban. Dan pernah cekcok dengan korban. Dugaan itu diperkuat karena terduga pelaku asal Pasuruan itu sudah menghilang,” imbuh Agus.
Agus menceritakan, bahwa adiknya merupakan sosok yang mudah bersosialisasi dengan orang baru. Hudoyo disebut memiliki sifat pendiam dan enggan untuk mencari masalah dengan orang lain. Berdasarkan informasi yang dihimpun keluarga, Agus mengatakan kemungkinan ada cekcok sebelum Hudoyo ditemukan meninggal dunia.
“Ada mungkin 10 luka sabetan seperti celurit. Sepertinya ada cekcok perkara rebutan lahan untuk mencari kepiting,” tutur Agus.
Sementara itu, Kapolsek Sukolilo, Kompol Made Patera Negara belum memberikan respon saat dikonfirmasi terkait dugaan pelaku adalah rekan korban. (ang/ted)






