Bournemouth (beritajatim.com) – Sebelum laga vs Bournemouth Minggu dini hari (25/1/2026) digelar, Liverpool FC cukup pede lantaran berbekal 13 laga beruntun tak terkalahkan. Dan, streak itu terhenti di tangan Bournemouth dengan skor 2-3.
Yang menyakitkan, kekalahan pada laga yang dimainkan di Vitality Stadium itu terjadi di injury time oleh gol Amine Adli (90+5′). Bahkan, LFC sempat tertinggal 0-2 lebih dulu via gol Evanilson (26′) dan Alejandro Jimenez (33′). Sedangkan gol LFC dicetak oleh Virgil van Dijk (45′) dan Dominik Szoboszlai (86′).
Bagi The Reds, kebobolan gol di injury time yang berujung kekalahan dari Bournemouth adalah yang ketiga musim ini di Premier League. Rekor terbanyak mereka dalam semusim.
Kebobolan dua gol telat lainnya terjadi saat melawan Chelsea (4/10/2025) dan Crystal Palace (27/9/2025). Dan, alergi LFC di gol telat bisa jadi belum berakhir lantaran musim ini baru menjalankan 23 matchweek.
“Aku sangat kecewa. Semua kecewa. Kebobolan di akhir-akhir laga dan kalah sangat menyakitkan,” ujar Van Dijk kepada BBC.
Terlepas dari kekalahan dari Bournemouth, sebenarnya LFC memang belum stabil meski di 13 laga sebelumnya mereka nirkalah. Sebab, 6 di antaranya berakhir dengan hasil imbang alias hanya 7 yang dimenangi.
Kekalahan ini tentu bukan hasil ideal bagi LFC menyongsong matchday pemungkas di Liga Champions meski lawannya hanya Qarabag FK (29/1/2026). Sebab, LFC dituntut menang untuk lolos langsung ke 16 besar. Jika seri apalagi kalah, LFC sangat berpotensi berjuang via jalur playoff. (dio)






