Jeddah (beritajatim.com) – Indonesia akhirnya gagal meraih poin setelah kalah 2-3 dari Arab Saudi pada pertandingan pertama putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup B Zona Asia yang digelar di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Kamis (9/10) dini hari WIB.
Meski sempat unggul lebih dahulu, skuad Garuda tidak mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.
Begitu peluit dibunyikan wasit asal Kuwait, Ahmad Al Ali, kedua tim langsung bermain dalam tempo tinggi dan saling menekan. Indonesia unggul lebih dulu lewat eksekusi penalti Kevin Diks pada menit ke-11. Namun, enam menit berselang, Arab Saudi menyamakan kedudukan melalui gol Waheb Saleh.
Tim berjuluk Green Falcons berbalik unggul 2-1 setelah mesin gol mereka, Feras Al-Brikan, mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-36.
Arab Saudi kemudian mendominasi permainan dengan serangan dari berbagai sisi lapangan. Lini tengah yang dikomandoi Salem Al-Dawsari, Nasser Al-Dawsari, Abdullah Al-Khabari, dan Musab Al-Juwayr tampak lebih unggul dari lini tengah Indonesia.

Dosen Fakultas Ilmu Kelolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Surabaya.
Absennya Tom Haye di babak pertama sangat berpengaruh karena tidak ada pemain yang berperan sebagai kreator serangan. Marc Klok, Ricky Kambuaya, dan Joey Pelupessy belum mampu tampil maksimal, membuat distribusi bola ke lini depan tidak efektif.
Statistik juga menunjukkan dominasi Arab Saudi dengan possession 58% berbanding 42% milik Indonesia, serta passing accuracy 59% berbanding 44%.
Di sektor pertahanan, Indonesia rapuh di sisi kiri dan kanan, terutama posisi yang ditempati Yakob Sayuri. Serangan Arab Saudi banyak datang dari sisi kanan pertahanan Indonesia melalui Salem Al-Dawsari dan Saleh Al-Bulashamat. Sementara di sisi kiri, Dean James juga kewalahan menghadapi kecepatan Nawal Bu Washl.
Trio lini depan Indonesia — Beckham Putra, Ragnar Oratmangoen, dan Milliano Jonathans — kesulitan menembus kokohnya pertahanan Arab Saudi yang dijaga Hasan Al-Tambakti dan Jehad Thriky. Gelandang bertahan Abdullah Al-Khabari tampil impresif dengan sering memutus serangan Garuda di lini tengah.
Memasuki babak kedua, Patrick Kluivert mengganti Beckham Putra dengan Elliano Reijnders untuk menambah daya gedor, namun upaya itu belum membuahkan hasil. Pada menit ke-62, Feras Al-Brikan kembali mencetak gol memanfaatkan bola rebound hasil sepakan Musab Al-Juwayr, membuat skor menjadi 3-1.
Masuknya Tom Haye dan Ole Romeny membuat permainan Indonesia sedikit lebih hidup. Dua peluang emas didapat Romeny, namun berhasil digagalkan kiper Nawaf Al-Aqidi. Indonesia akhirnya memperkecil ketertinggalan lewat penalti kedua Kevin Diks, menjadikan skor akhir 2-3 untuk kemenangan Arab Saudi.
Hasil ini membuat peluang Indonesia melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026 semakin berat. Pada laga berikutnya, Indonesia akan menghadapi Irak di stadion yang sama pada Minggu (12/10). Dari 14 pertemuan sebelumnya, Indonesia hanya mencatat dua kemenangan, tiga kali imbang, dan delapan kali kalah.
Sementara itu, kekhawatiran suporter Indonesia terhadap wasit Ahmad Al Ali tidak terbukti. Wasit asal Kuwait itu memimpin pertandingan secara adil, bahkan memberikan dua penalti untuk Indonesia dan mengeluarkan kartu merah bagi pemain Arab Saudi, Mohammed Kanno. (*)
Penulis adalah Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Surabaya






