Malang (beritajatim.com) – Dalam rangka mengantisipasi keamanan dan kerawanan selama libur natal dan tahun baru, Polresta Malang Kota menyiapkan Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang terdiri dari 3 pos pengamanan dan 1 pos pelayanan.
Pos pengamanan, ada di MCC, Madyopuro dekat exit tol dan Simpang 3 UB atau Jembatan Suhat. Sementara pos pelayanan ada di dekat Gereja Ijen.
“Nanti di pos pelayanan yang kita taruh di Gereja Ijen akan dilengkapi dengan sarana-sarana, hingga ada servis sepeda motor serta tukang pijat juga,” ujar Wakasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Luhur Santoso, Rabu, (11/12/2024).
Luhur mengatakan, mereka sudah menyiapkan sekitar 126 anggota dalam operasi Nataru. Personel akan ditempatkan di pos dan titik rawan kepadatan lalu lintas saat libur Nataru. Dimana setiap pos akan ada kurang lebih 25 orang, termasuk personel gabungan.
Tidak hanya pos pengamanan dan pelayanan. Mereka juga membuat 5 pos pantau. Diantaranya berada di Graha Kencana, Jembatan Gatot Subroto (Buk Gluduk), Kacuk, Jembatan Kedungkandang dan Simpang Daging Dinoyo.
“Pos pantau itu tidak permanen, hanya disiapkan tenda dan meja kursi. Nanti fungsinya, seperti misal di Kacuk Barat ada trouble dan tidak gerak, tim urai bisa lari ke sana untuk mengurainya,” ujar Luhur.
Sementara itu, Dishub Kota Malang memprediksi jumlah kendaraan yang melintas di Kota Malang sebanyak 84 ribu.
“Ini meningkat 2,8 persen dibanding tahun 2023. Di tahun 2024 ini, perkiraan kami ada 57 ribu kendaraan roda dua dan 27 ribu kendaraan roda empat. Ini untuk per harinya,” ujar Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra.
Jika merujuk pada analisis dan catatan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) setidaknya ada 110 juta kendaraan akan memadati arus lalu lintas saat libur Nataru. Untuk di Kota Malang diprediksi sekitar 84 ribu per hari selama Nataru.
“Kita koordinasi dengan Polresta Malang Kota untuk keperluan apakah harus dilakukan rekayasa seperti contraflow atau seperti apa (untuk daerah rawan macet),” ujar Widjaja.
Untuk pemetaan sejumlah titik rawan kepadatan arus lalulintas antaralain jalan Ahmad Yani, Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat) atau depan gerbang Universitas Brawijaya (UB), exit tol Madyopuro, Jalan Raden Intan – Jalan Gatot Subroto – Buk Gluduk (Embong Brantas), Jembatan Tunggulmas atau kawasan Tunggul Wulung hingga Dinoyo.
“Kepadatan tinggi itu sekitar tanggal 23, 24 dan 25 Desember 2024. Kemudian kembali saat jelang tahun baru mulai 31 Desember sampai 2 Januari 2024,” ujar Widjaja. [luc/aje]






