Ponorogo (beritajatim.com) – Musim libur Lebaran 2025 membawa berkah tersendiri bagi sektor pariwisata di Kabupaten Ponorogo. Salah satu destinasi andalan, Telaga Ngebel, mencatat lonjakan pengunjung yang signifikan, sekaligus menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) hampir Rp400 juta hanya dalam waktu 10 hari.
Data dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo menunjukkan, sepanjang periode 29 Maret hingga 7 April 2025, Telaga Ngebel dikunjungi oleh 26.374 wisatawan. Dari kunjungan tersebut, Pemkab berhasil mengantongi retribusi tiket masuk sebesar Rp395.610.000.
“Nyaris Rp400 juta masuk ke kas daerah, ini menunjukkan Telaga Ngebel tetap menjadi magnet utama wisatawan saat libur Lebaran,” kata Kepala Disbudparpora Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, Rabu (16/4/2025).
Peningkatan jumlah wisatawan terlihat sejak H+1 Lebaran, dengan catatan 1.750 pengunjung. Angka ini terus melonjak hingga mencapai puncaknya pada H+3, dengan total 5.815 orang memadati kawasan wisata yang terletak di lereng Gunung Wilis tersebut.
Menurut Judha, tingginya antusiasme wisatawan tak lepas dari upaya serius Pemkab Ponorogo dalam menata dan mempromosikan Telaga Ngebel. Fasilitas air mancur (water fountain) menjadi salah satu daya tarik baru, ditambah penampilan seni Reog yang disuguhkan secara terbuka selama masa liburan.
“Reyog dan water fountain jadi kombinasi hiburan yang memikat, makanya saya minta teman-teman di lapangan untuk garap Telaga Ngebel ini dengan serius,” jelasnya.
Jika dibandingkan dengan libur Lebaran tahun 2024 yakni jumlahnya 16.005 wisatawan, maka jumlah kunjungan ke Telaga Ngebel tahun ini naik signifikan. Kenaikan tersebut menjadi sinyal positif bahwa pariwisata lokal terus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah.
Namun, Judha juga menekankan pentingnya inovasi agar tren positif ini bisa bertahan. Ia menyebut pengembangan sarana dan prasarana harus terus berjalan agar wisatawan tidak jenuh.
“Kalau tidak ada inovasi, orang akan bosan. Ini jadi pekerjaan rumah kita ke depan,” pungkasnya.
Dengan kontribusi hampir Rp400 juta dalam waktu singkat, Telaga Ngebel membuktikan diri sebagai tulang punggung pariwisata Ponorogo, sekaligus menjadi motor penggerak PAD yang potensial di masa mendatang. [end/beq]






