Surabaya (beritajatim.com) – Libur Lebaran 2026 menghadirkan beragam pilihan hiburan bagi masyarakat, salah satunya pertunjukan musikal bertajuk “The Legend of Enchanted Arrow” yang digelar di Surabaya. Pertunjukan ini mengangkat kisah dari dongeng legendaris 1001 malam, tentang seorang pangeran yang melakukan perjalanan untuk mencari panah.
Managing Director penyelenggaraan, Anastasia, menyebutkan bahwa cerita yang diangkat dalam pertunjukan ini berbeda dari kisah populer yang selama ini dikenal masyarakat. “Berbeda dengan cerita populer seperti Sinbad atau Ali Baba, pertunjukan ini menghadirkannveeita yang jarang dikenal masyarakat,” ucap Anastasia, Kamis (19/3/2026).
Keunikan lain dari pertunjukan ini terletak pada proses produksinya yang dilakukan secara mandiri, mulai dari penulisan cerita, rekaman suara, hingga penyusunan koreografi.
Seluruh proses tersebut bahkan berhasil diselesaikan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar tiga minggu, mengingat pertunjukan ini dikemas dalam format musikal.
Tak hanya menyuguhkan cerita, pertunjukan ini juga menghadirkan interaksi dua arah antara penonton dan para pemain. Anak-anak menjadi salah satu target utama, dengan diajak mengikuti petualangan seru tokoh utama, Pangeran Ahmad, dalam mencari busur panah.
“Di dalam show juga ada aktivitas interaktif dengan pengunjung, seperti pembagian hadiah hingga sesi foto bersama di akhir pertunjukan,” tambah Anastasia.
Sementara itu, Promotion Coordinator Ciputra World Surabaya, Stephanie Fevriera, mengatakan bahwa pertunjukan ini menjadi bagian dari rangkaian program hiburan untuk menyemarakkan suasana Lebaran. “Pengunjung bisa menikmatinya secara gratis hingga 24 Maret 2026 mendatang,” ungkapnya.
Pertunjukan “The Legend of Enchanted Arrow” digelar setiap hari di Atrium Oval Ciputra World Surabaya. Untuk hari biasa, pertunjukan dimulai pukul 16.00 WIB, sedangkan akhir pekan digelar dua kali, yakni pukul 14.00 WIB dan 16.00 WIB. (way/kun)






