Sidoarjo (beritajatim.com) – Video yang memperlihatkan dua pemuda diduga menjadi korban pengejaran sekelompok orang di kawasan Tanggulangin, Sidoarjo, viral di media sosial, Minggu (27/7/2026) dini hari.
Salah seorang di antaranya nekat naik ke atap hingga masuk ke plafon sebuah outlet ayam geprek demi menyelamatkan diri.
Aksi dramatis itu mengakibatkan bagian atap, genteng, plafon, hingga area kasir mengalami kerusakan. Beruntung, tidak ada karyawan maupun pengunjung yang terluka dalam peristiwa tersebut.
Supervisor outlet ayam geprek, Risa, membenarkan insiden tersebut. Saat kejadian, hanya ada seorang karyawan laki-laki yang berjaga karena rekan kerjanya sedang izin sakit.
“Dua pemuda itu sepertinya lari dari kejaran kelompok lainnya. Keduanya mencari tempat penyelamatan untuk bersembunyi,” ujar Risa.
Nekat Naik Atap hingga Masuk Plafon
Menurut Risa, salah satu pemuda memilih naik ke atap bangunan sebelum akhirnya masuk ke bagian plafon outlet. Aksi tersebut menyebabkan beberapa bagian bangunan rusak karena pelaku melompat dari atas.
Meski kerusakan cukup terlihat, pihak outlet memastikan tidak ada aksi pencurian selama kejadian berlangsung.
“Tidak ada uang maupun handphone yang diambil. Kemungkinan memang hanya konflik antarpribadi, kebetulan mereka larinya ke sini,” katanya.
Karyawan Syok, Produksi Tetap Berjalan
Saat insiden terjadi, aktivitas produksi makanan masih berlangsung seperti biasa. Para karyawan sempat panik melihat seorang pemuda tiba-tiba berada di atas plafon bangunan.
Beruntung, tidak ada pekerja yang mengalami luka akibat kejadian tersebut.
“Penjaga tidak ada yang terluka, hanya kaget dengan kejadian itu,” ungkap Risa.
Polisi Amankan Rekaman CCTV
Pihak kepolisian telah mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) dari lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan.
Namun, rekaman lengkap belum dapat dipublikasikan karena masih menjadi bagian dari proses penanganan perkara.
“Rekaman CCTV ada, tetapi sementara belum bisa kami sebarkan karena masih dalam proses penanganan internal dan pihak berwajib,” terang sumber dari kepolisian.
Hingga kini, polisi masih mendalami kronologi lengkap serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan aksi kejar-kejaran tersebut. (ted)






