Gresik (beritajatim.com)– Lembaga Falakiyah (LF) PCNU Gresik bekerjasama dengan
Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar bekerjasama mengembangkan keilmuan. Melalui Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Program Studi Ilmu Falak melakukan nota kesepahaman memorandum of understanding (MoU).
MoU dilakukan Dekan FSH, Muammar Muhammad Bakry yang diwakili Wakil Dekan III, Muhammad Saleh Ridwan dengan Ketua LF PCNU Gresik yang baru periode 2021-2026, Muchyiddin Hasan didampingi Sekretaris Angga Purwancara.
Wakil Dekan UIN Alauddin Makassar, Muhammad Saleh Ridwan mengatakan MoU ini untuk pengembangan Tri dharma perguruan tinggi pencerahan tentang instrumen fajar shadiq dan beberapa pelatihan yang dilakukan oleh Lembaga Falakiyah PCNU Gresik dan implementasi merdeka belajar.
“Kami bersepakat untuk membuat perjanjian kerja sama membangun pengembangan khususnya ilmu falak. Di Gresik punya beberapa pakar yang cukup banyak dan punya banyak prestasi. Tentu kami harapkan prodi Ilmu Falak di kampus kami bisa maju dan berkembang,” katanya, Kamis (10/03/2022).
Sementara, Ketua Program Studi Ilmu Falak UIN Alauddin, Fatmawati Hilal menyatakan pihaknya ingin memaksimalkan program studinya dengan mengirim beberapa anak didiknya untuk belajar secara khusus di Balai Rukyat Condrodipo yang biasa digunakan untuk observasi hilal.
“Kami ingin ada follow up, anak-anak bisa mendalami instrument falak yang sudah ada di sini dengan Dewan Pakar LF PCNU Gresik. Tidak menutup kemungkinan KH. Abdul Muid Zahid dan Ustadz Inwanuddin akan kami undang sebagai dosen tamu di UIN Alauddin Makasar,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pcnu-gresik”]
Ketua LF PCNU Gresik, Muchyiddin Hasan menambahkan, moment ini menjadi spirit bagi pengurus baru agar bisa lebih serius dalam berkhidmah karena LF PCNU Gresik menjadi referensi pembelajaran kampus ternama di provinsi Sulawesi Selatan.
“Kami mengapresiasi civitas akademika UIN Alauddin Makassar khususnya Fakultas Syariah dan Hukum Program Studi lmu Falak yang sudah mempercayai kami sebagai referensi pembelajaran untuk meningkatkan sekaligus mengembangkan Ilmu Falak,” pungkasnya. (dny/ted)






