Ringkasan Berita:
- Kemenhaj instruksikan jemaah hindari aktivitas luar ruangan saat siang hari menyusul suhu Makkah yang mencapai 39°C.
- Lima tips utama dirilis untuk menjaga stamina jemaah, mulai dari hidrasi rutin hingga penggunaan alat pelindung diri (APD).
- Hingga hari ke-11 operasional, tercatat 4.246 jemaah menjalani rawat jalan dan 5 orang dilaporkan wafat.
- Jemaah diimbau segera melapor ke petugas kesehatan jika mengalami gangguan fisik akibat cuaca ekstrem.
Makkah (beritajatim.com) – Suhu udara di Kota Suci Makkah dan Madinah yang menyentuh angka 39 derajat Celcius memicu peringatan serius dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI agar jemaah haji Indonesia 2026 disiplin menjaga hidrasi dan stamina. Cuaca ekstrem ini menjadi tantangan fisik utama bagi 62.193 jemaah yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci hingga Jumat (1/5/2026).
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, peringatan ini dibarengi dengan rilis panduan kesehatan khusus menyusul dimulainya pergerakan jemaah gelombang pertama dari Madinah ke Makkah. Berdasarkan laporan layanan kesehatan, tercatat sebanyak 4.246 jemaah telah menjalani rawat jalan akibat kondisi cuaca dan kelelahan.
Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff, menegaskan bahwa perlindungan jemaah adalah prioritas utama di tengah terik matahari yang menyengat.
“Mengingat suhu saat ini di Mekah dan Madinah cukup tinggi pada siang hari berkisar antara 35 hingga 39 derajat celcius, maka dari itu jemaah diimbau menggunakan alat pelindung diri atau APD sederhana,” ujar Maria dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (1/5/2026).
5 Tips Jaga Stamina di Tengah Cuaca Ekstrem
Guna menekan angka kesakitan, Kemenhaj merilis lima instruksi praktis yang wajib dipatuhi oleh seluruh jemaah, terutama kelompok lansia dan disabilitas yang rentan terhadap sengatan panas (heat stroke):
- Hindari Aktivitas Siang Hari: Jemaah diminta tidak memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan saat matahari mencapai puncaknya.
- Disiplin Minum Air Putih: Perbanyak konsumsi air putih secara berkala tanpa menunggu rasa haus muncul.
- Gunakan APD Lengkap: Wajib menggunakan pelindung kepala, payung, masker, dan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar.
- Atur Waktu Istirahat: Pastikan durasi tidur dan istirahat cukup untuk menjaga stabilitas stamina tubuh.
- Lapor Petugas Medis: Segera menghubungi petugas kesehatan jika merasakan pusing, mual, atau gangguan fisik lainnya.
“Para jemaah, mari kita sama-sama yuk prioritaskan kesehatan, kelancaran ibadah, dan keselamatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji,” ajak Maria.
Update Kondisi Kesehatan dan Jemaah Wafat
Selain ribuan jemaah yang menjalani rawat jalan, data kumulatif menunjukkan 70 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 101 jemaah mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Arab Saudi. Hingga saat ini, sebanyak 42 jemaah masih menjalani rawat inap intensif.
Kemenhaj juga menyampaikan kabar duka terkait adanya jemaah yang wafat. “Dan perlu kami sampaikan pula hingga Kamis 30 April 2026 total Jemaah wafat sebanyak 5 orang. Kita doakan semoga husnul khotimah,” ungkap Maria Assegaff dengan nada empati.
Petugas di seluruh sektor, termasuk Sektor Khusus Bir Ali dan terminal-terminal transportasi, kini meningkatkan pengawasan terhadap jemaah yang melintas. Penggunaan semprotan air dan pembagian cairan elektrolit menjadi langkah tambahan untuk memastikan jemaah yang tengah menempuh perjalanan antar-kota tetap bugar saat memasuki fase umrah wajib di Makkah. [ian/beq]






