Jember (beritajatim.com) – Olahraga adalah salah satu indikator kemajuan sebuah daerah. Kabupaten Jember seharusnya bisa bicara banyak dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII kemarin.
“Bicara Jember dengan sumber daya manusia yang cukup dan APBD yang relatif cukup, dan jika itu diseriusi dengan program yang terencana baik, insya Allah Jember bisa berbicara banyak. Kalau tidak juara umum, minimal Jember harus masuk lima besar perolehan medali terbanyak,” kata Nyoman Aribowo, legislator Partai Amanat Nasional DPRD Jember, Jumat (8/7/2022).
Namun dalam Porprov Jatim VII, kontingen Kabupaten Jember menduduki peringkat 9 dari 38 kontingen peserta, dengan raihan 159 poin yang dikemas dari 20 medali emas, 17 perak, 45 perunggu. “Lebih realistis lagi, kalau memang serius, tiga besar seharusnya bisa dicapai,” kata Nyoman.
“Apa yang harus dilakukan? Ya sejak dini, mulai dari keorganisasian, anggaran, pola pembinaan, apresiasi terhadap atlet, dan seterusnya harus dilakukan dengan benar-benar serius. Kalau itu bisa dilakukan, insya Allah Jember bisa mencapai posisi layak. Bagi kami, Jember seharusnya masuk posisi tiga besar,” kata Nyoman.
[berita-terkait number=”4″ tag=”porprov-jatim”]
Belajar dari Porprov VII yang baru berakhir, Nyoman menyarankan Pemkab Jember melakukan persiapan sejak awal. “Hasil porprov kemarin harus segera dievaluasi, dianalisis, dan dicarikan solusi ke depannya. Program-program dipersiapkan sehingga Jember relatif siap. Ini bukan bimsalabim, tapi harus terencana dengan baik,” kata Nyoman.
Nyoman tidak ingin target yang dicanangkan meleset seperti Porprov VII. “Begitu bupati mencanangkan juara umum, ya mungkin masyarakat awam, apalagi kami yang tahu kondisi persiapan dan pengalokasian anggaran, kayaknya mustahil untuk mencapai juara umum,” katanya.
Menurut Nyoman, target itu sedikit ditertawakan. “Tidak mungkin, karena ini sesuatu yang sebab akibat, harus dipersiapkan dengan baik. Target pencapaian Jember yang awalnya dicananangkan juara umum, kita anggap tidak mungkin. Ketika target lima besar, sebagian orang mungkin menganggap itu mungkin. Tapi kami tidak yakin, dan terbukti Jember berada padsa urutan sembilan,” katanya. [wir/but]






