Surabaya (beritajatim.com) – Peluncuran perdana roket kecil milik perusahaan Jepang, Space One, berakhir dengan ledakan dahsyat tak lama setelah lepas landas pada hari Rabu (13/3/2024) kemarin. Insiden ini menandai kemungkinan kemunduran bagi ambisi ruang angkasa swasta di negara tersebut.
Roket Kairos, setinggi 18 meter (59 kaki) dengan empat tahap berbahan bakar padat, meledak hanya beberapa detik setelah lepas landas sekitar pukul 02.00 GMT (11.01 WIB). Ledakan itu menghasilkan kepulan api dan asap yang terlihat jelas di sekitar landasan peluncuran di semenanjung Kii yang bergunung-gunung di Jepang barat, sekitar 420 km barat daya Tokyo.
Space One berusaha menjadi perusahaan Jepang pertama yang berhasil menempatkan satelit di orbit. Roket ini seharusnya membawa satelit eksperimental pemerintah untuk menggantikan satelit intelijen di orbit jika diperlukan.
Belum jelas penyebab pasti ledakan tersebut dan apakah ada yang terluka dalam kejadian itu. Peluncuran sebelumnya telah ditunda pada menit-menit terakhir karena sebuah kapal memasuki “area peringatan maritim” di dekatnya.
Kozo Abe, seorang eksekutif di Space One, mengungkapkan bahwa meskipun telah diumumkan sebelumnya bahwa area tersebut harus bebas dari kehadiran manusia, sebuah kapal tetap berada di sana bahkan 10 menit sebelum peluncuran. Akibatnya, peluncuran terpaksa dibatalkan.
“Kami telah menginformasikan kepada publik sebelumnya bahwa kami ingin membuat area tersebut bebas dari manusia, tetapi bahkan 10 menit sebelum peluncuran, sebuah kapal tetap berada di area tersebut, jadi kami memutuskan untuk membatalkan peluncuran karena tidak mungkin bagi mereka untuk segera pergi,” ujar eksekutif Space One, Kozo Abe, kepada media lokal.
Space One, yang berdiri sejak tahun 2018, memiliki ambisi besar untuk melakukan peluncuran rutin mulai tahun 2021 dan berencana untuk melakukan 20 peluncuran pada tahun 2030. Namun, perusahaan ini telah mengalami lima kali penundaan sejak tahun 2021, yang sebagian disebabkan oleh pandemi Covid-19 dan invasi Rusia ke Ukraina. Penundaan ini telah mengganggu pengadaan suku cadang yang diperlukan.
Perusahaan ini, yang merupakan hasil kerja sama antara beberapa perusahaan Jepang termasuk Canon Electronics, Shimizu Construction, dan Japan Bank for International Cooperation, bertujuan untuk menawarkan layanan “pengiriman paket luar angkasa” yang semakin diminati di kalangan bisnis internasional dan swasta.
Dampak ledakan tersebut tak hanya terasa pada tingkat perusahaan, saham Canon Electronics turun lebih dari sembilan persen setelah insiden tersebut.
Kejadian ini menyoroti tantangan dan risiko yang terlibat dalam eksplorasi ruang angkasa swasta. Meskipun Jepang masih menjadi pemain relatif kecil dalam pasar ini, tetapi Jepang memiliki potensi yang besar untuk berkembang dalam industri peluncuran ruang angkasa yang semakin kompetitif. [aje]






