Mojokerto (beritajatim.com) – Dua korban ledakan di sebuah rumah yang terletak di Perum Lawangasri, Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Senin (13/1/2025) merupakan ibu dan anak. Keduanya merupakan kerabat pemilik rumah yang terjadi ledakan.
Ledakan terjadi di rumah anggota Polsek Dlanggu, Aipda Maryudi. Dua korban meninggal dunia tersebut yakni ibu dan anak yang merupakan kerabat dari pemilik rumah. Sementara pemilik rumah dan istri saat kejadian sedang bekerja termasuk anak dari pemilik rumah yang sedang sekolah.
Salah satu warga, Subkhan (60) mengatakan, ia mendengar suara anak kecil menangis dan ibu-ibu minta tolong dari dalam rumah di sebelah kiri rumah anggota anggota Polsek Dlanggu, Aipda Maryudi tersebut.
“Ada suara anak kecil menangis dan suara ibu-ibu minta tolong. Saya dobrak pintunya tapi karena saya tidak pakai sandal jadi warga lain yang masuk,” ungkapnya.
Warga mengevakuasi kedua korban dari dalam kamar dengan menggunakan alat seadanya. Ibu dan anak tersebut kemudian dievakuasi mobil ambulance untuk dibawa ke rumah sakit terdekat, namun keduanya dinyatakan meninggal dunia saat sampai di rumah sakit tersebut.
“Kedua korban dibawa ke rumah sakit katanya sudah meninggal dunia, Bu Luluk sama anaknya. Anaknya masih sekitar 3-4 tahun. Pemilik rumah anggota polisi, tidak ada di rumah kemudian ditelepon datang. Ada enam rumah yang rusak sama mobil yang punya rumah,” katanya.
Sebelumnya, ledakan terjadi di sebuah rumah yang terletak di Perum Lawangasri, Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Senin (13/1/2025). Tak hanya menyebabkan empat rumah porak poranda, ledakan juga menyebabkan dua korban jiwa. [tin/ted]






