Jombang (beritajatim.com) – Menjelang Idulfitri, aroma khas dodol salak menyeruak dari sentra olahan salak Kunara di Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh, Jombang. Di tengah hiruk-pikuk persiapan Lebaran, permintaan jajanan berbahan dasar salak melonjak drastis. Bahkan, pesanan jenang salak atau dodol salak meningkat hingga 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kami benar-benar kewalahan memenuhi permintaan,” ungkap Kuswartono, pemilik usaha olahan salak Kunara, Selasa (11/3/2025). Menurutnya, pesanan tahun ini datang dari berbagai daerah, terutama melalui platform online. “Banyak pelanggan yang mengenal produk kami dari media sosial, dan itu membuat bisnis kami semakin berkembang,” tambahnya.
Sentra olahan salak Kunara tak hanya memproduksi dodol salak, tetapi juga beragam produk lain berbahan dasar buah khas Desa Kedungrejo ini. Dari teh kulit salak, keripik salak, pleret, nastar, stik, sirup, es krim, hingga kopi biji salak—semuanya dibuat dengan memanfaatkan setiap bagian dari buah salak.
“Kami tidak menyia-nyiakan satu bagian pun. Dagingnya untuk dodol dan keripik, airnya untuk sirup, sedangkan bijinya kami olah menjadi kopi biji salak yang kaya manfaat,” jelas Kuswartono.
Lonjakan Permintaan, Omzet Meroket

Meningkatnya permintaan jajanan khas ini berbanding lurus dengan keuntungan yang diraup Kunara. “Alhamdulillah, menjelang Lebaran tahun ini omzet kami naik signifikan,” katanya. Usaha ini juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar, dengan menyerap tenaga kerja sebanyak delapan orang.
Harga produk bervariasi, mulai dari Rp10 ribu untuk teh kulit salak hingga Rp22 ribu untuk sirup. Sementara dodol salak dijual dengan harga Rp17 ribu per kotak berisi 12-14 biji, dengan berat total 200 gram.
“Setiap bulan kami mengolah sekitar dua ton salak untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat,” kata Kuswartono. Ia pun menekankan bahwa dodol salak memiliki keunggulan dibandingkan dodol ketan. “Teksturnya lebih lembut, tidak membuat ngilu saat dimakan, dan kaya akan vitamin.”
Melihat tingginya permintaan, Kuswartono berharap bisnis ini terus berkembang dan semakin dikenal luas. “Kami ingin terus berinovasi dan menghadirkan lebih banyak produk olahan salak untuk masyarakat,” pungkasnya.
Dengan keunikan dan kualitasnya, jajanan berbahan dasar salak dari Jombang tak hanya sekadar makanan khas Lebaran, tetapi juga cendera mata yang semakin diburu oleh pecinta kuliner Nusantara. [suf]






