Surabaya (beritajatim.com) – Cristiano Ronaldo akhirnya memecahkan rekor yang selama bertahun-tahun membayangi karier gemilangnya di Piala Dunia.
Penyerang veteran Portugal itu mencetak gol pertamanya di fase gugur turnamen saat membawa Selecao das Quinas mengalahkan Kroasia 2-1 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Toronto, Jumat (3/7/2026) pagi WIB.
Gol Ronaldo lahir melalui eksekusi penalti pada menit ke-68 setelah wasit menghadiahkan tendangan 12 pas kepada Portugal usai meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR). Renato Veiga dinilai dilanggar Marin Pongracic di dalam kotak penalti ketika situasi sepak pojok berlangsung.
Tanpa kesalahan, Ronaldo sukses mengecoh kiper Kroasia sekaligus menyamakan kedudukan setelah Ivan Perisic lebih dahulu membawa Kroasia unggul pada awal babak kedua.
Gol tersebut menjadi momen bersejarah bagi Ronaldo. Dalam penampilan keenamnya di ajang Piala Dunia, pemain berusia 41 tahun itu akhirnya mencetak gol perdana di fase knockout, sekaligus mengoleksi 11 gol sepanjang keikutsertaannya di turnamen empat tahunan tersebut.
Selain itu, Ronaldo juga mencatat sejarah sebagai pemain tertua yang tampil pada fase gugur Piala Dunia.
Meski menjadi pencetak gol penyama kedudukan, Ronaldo ditarik keluar pada menit ke-81. Pelatih Roberto Martinez memasukkan Ruben Neves untuk memperkuat lini tengah setelah sebelumnya Goncalo Ramos masuk sebagai penyerang tambahan.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Saat Ronaldo sudah berada di bangku cadangan, Goncalo Ramos mencetak gol kemenangan pada masa injury time. Sundulan Ramos memanfaatkan umpan Rafael Leao memastikan Portugal menang 2-1 dan melaju ke babak 16 besar.
Portugal selanjutnya akan menghadapi Spanyol dalam perebutan tiket menuju perempat final Piala Dunia 2026.
Drama pertandingan belum berakhir setelah gol Ramos. Kroasia sempat menyamakan skor melalui Josko Gvardiol pada menit ke-103. Namun, setelah dilakukan peninjauan VAR, gol tersebut dianulir karena Mario Pasalic lebih dulu berada dalam posisi offside saat bola mengenai Igor Matanovic sebelum diteruskan kepada Gvardiol.
Teknologi sensor pada bola pertandingan turut membantu memastikan adanya sentuhan yang menjadi dasar keputusan offside tersebut.
Menjelang peluit panjang dibunyikan, pertandingan sempat terhenti beberapa saat akibat sejumlah benda dilemparkan penonton ke dalam lapangan.
Kekalahan ini diyakini menjadi penampilan terakhir Luka Modric di ajang Piala Dunia. Gelandang berusia 40 tahun itu sebelumnya sukses membawa Kroasia menembus semifinal pada edisi 2018 dan 2022, termasuk menjadi finalis pada Piala Dunia 2018.
Sementara itu, Portugal masih memiliki pekerjaan rumah menjelang duel menghadapi Spanyol. Di luar gol penalti Ronaldo dan gol kemenangan Ramos, lini serang Portugal dinilai belum tampil tajam sepanjang turnamen.
Roberto Martinez kini berharap kombinasi Rafael Leao, Goncalo Ramos, dan Cristiano Ronaldo mampu tampil lebih efektif saat menghadapi Spanyol. Pertandingan tersebut diperkirakan menjadi ujian terbesar Portugal sejauh ini dalam upaya melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026. (faw/ted)






