Surabaya (beritajatim.com) – Kiper tim nasional Spanyol, Unai Simón, mencatatkan sejarah baru di ajang Piala Dunia setelah membukukan rekor sebagai penjaga gawang dengan durasi tanpa kebobolan terpanjang dalam sejarah turnamen tersebut.
Rekor itu tercipta setelah Simón membantu Spanyol mengalahkan Austria dengan skor 3-0 pada laga Jumat (3/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi clean sheet keempat secara beruntun bagi kiper berusia 29 tahun itu sepanjang Piala Dunia edisi kali ini.
Secara keseluruhan, Simón kini telah mencatatkan 519 menit tanpa kebobolan dalam penampilannya di dua edisi Piala Dunia. Torehan tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang legenda Italia, Walter Zenga, dengan 517 menit tanpa kebobolan yang dibukukan pada Piala Dunia 1990. Saat itu, Zenga juga mencatat lima clean sheet secara beruntun.
Pencapaian tersebut mengukuhkan nama Simón sebagai salah satu penjaga gawang paling konsisten dalam sejarah kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia.
Meski bukan sosok paling populer di antara para kiper peserta Piala Dunia, bahkan di dalam skuad Spanyol sendiri, performa Simón di bawah mistar menjadi salah satu fondasi utama kokohnya lini pertahanan La Roja.
Hingga fase ini, Spanyol masih belum kebobolan satu gol pun di Piala Dunia. Simón sendiri hanya menghadapi empat penyelamatan sepanjang turnamen, termasuk tidak perlu melakukan satu pun penyelamatan saat menghadapi Austria yang gagal mengarahkan lima percobaan mereka ke gawang.
Pelatih Spanyol, Luis De La Fuente, mengaku bangga atas pencapaian anak asuhnya tersebut.
“Saya merasa bangga kepadanya. Saya merasa dia adalah bagian dari keluarga saya. Saya sangat bahagia untuknya,” ujar De La Fuente.
Simón telah menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Spanyol dalam beberapa tahun terakhir. Ia mampu mempertahankan posisinya meski harus bersaing dengan David Raya dan Joan García, dua kiper yang juga tampil impresif bersama klub masing-masing di kompetisi Eropa.
Berbeda dengan para pesaingnya yang memperkuat klub-klub besar, Simón menghabiskan seluruh karier profesionalnya bersama Athletic Bilbao. Klub asal Basque itu baru kembali tampil di Liga Champions pada musim lalu, yang menjadi pengalaman pertama Simón di kompetisi antarklub elite Eropa tersebut.
Kepercayaan De La Fuente terhadap Simón juga berakar dari hubungan panjang keduanya. Mereka mulai bekerja sama pada 2015 ketika membawa tim nasional Spanyol U-19 menjuarai Kejuaraan Eropa di Yunani.
Kebersamaan itu berlanjut di berbagai kelompok usia tim nasional hingga akhirnya kembali dipertemukan pada level senior pada awal 2023. Sejak De La Fuente ditunjuk sebagai pelatih timnas Spanyol, Simón tetap menjadi pilihan utama dan ikut berperan dalam salah satu periode paling sukses dalam perjalanan sepak bola Spanyol. (faw/but)






