Lumajang (beritajatim.com) – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lumajang resmi dimulai pada Senin (25/8/2025) dengan ditandai peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun Tambah Rejo, Desa Karang Anom, Kecamatan Pasrujambe.
Pada tahap perdana, SPPG Pasrujambe telah mampu menyediakan 2.128 porsi makanan bergizi bagi siswa di 12 lembaga pendidikan. Pantauan di lokasi menunjukkan, setiap porsi mencakup menu lengkap: protein berupa telur atau ayam, sayur dan buah untuk pemenuhan serat, nasi dan mie sebagai sumber karbohidrat, serta susu kemasan sebagai tambahan gizi.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menjelaskan bahwa kapasitas produksi porsi MBG akan terus ditingkatkan hingga menyentuh jumlah maksimal penerima manfaat yang telah ditentukan.
“Jadi produksinya hari ini ada 2.000 porsi, besok akan bertambah jadi 3.000 sekian dan akan terus berkembang sampai maksimal kapasitasnya,” terang Indah Amperawati di sela launching SPPG Desa Karang Anom, Kecamatan Pasrujambe, Senin (25/8/2025).
Ia menyebut, penerima manfaat program MBG perdana ini dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah siswa sekolah mulai jenjang TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA sederajat dengan total 3.749 orang. Kelompok kedua mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebanyak 251 orang.
Menu yang disajikan juga ditakar sesuai kebutuhan kelompok penerima manfaat. “Kalau dari anak-anak ada takarannya, beras 100 gram, orang dewasa 175 gram, balita 100 gram, makanannya juga mestinya berbeda ya, untuk ibu hamil dan anak-anak sekolah,” tambah Indah.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap porsi MBG hanya membutuhkan biaya Rp10.000 di luar wadah atau tempat makan. Menurutnya, nominal tersebut sudah memadai untuk memenuhi kebutuhan gizi sesuai standar.
“Ini 10 ribu untuk makanannya, tapi tidak usah tempat, khusus makanannya. Tapi itu cukup, sangat cukup dan sangat layak, karena bahan baku semua dari Lumajang,” tegas Indah. [has/beq]






