Msgetan (beritajatim.com) – Pebalap muda Indonesia Mario Suryo Aji resmi meluncurkan helm balap edisi moto2 2026 dengan desain bernuansa Batik Magetan, Jawa Timur. Dia menyebut helm tersebut sebagai cara memperkenalkan budaya lokal ke ajang balap internasional melalui sosok local hero.
“Pada musim balap ini, saya berkomitmen mengenalkan budaya Indonesia ke kancah internasional. Helm ini bukan hanya menjadi alat pelindung, melainkan aktualisasi wastra dan seni budaya tanah kelahiran saya,” ujar Mario saat launching Helm 2026, Jumat (27/2/2026).
Mario menjelaskan, desain “Motif Batik Bumi Mageti” dipilih sebagai representasi identitas daerahnya. Beragam elemen khas Magetan dituangkan dalam grafis helm yang akan ia kenakan sepanjang musim balap.
“Motif ini menghadirkan perpaduan eksotis antara keindahan alam dan kekayaan seni budaya Magetan, mulai dari legenda Naga Kiai Pasir dan Nyai Pasir, Gunung Lawu, Situs Ganesha Gimbal, hingga rumpun bambu Pring Sedapur,” katanya.
Tak hanya batik, helm tersebut juga terinspirasi tokoh pewayangan Gatotkaca. Sosok kesatria dalam Mahabharata itu dipilih sebagai simbol kekuatan dan keberanian di lintasan.
“Gatotkaca dikenal sebagai kesatria perkasa yang memiliki kekuatan luar biasa dan kemampuan terbang tanpa sayap. Itu menjadi simbol semangat dan keberanian saya saat balapan,” ucapnya.
Logo Surya Majapahit dan elemen matahari turut disematkan sebagai identitas Jawa Timur. Nama “Suryo” pada dirinya juga diangkat sebagai simbol energi dan keteguhan.
“HARTOTO 04-06-1964 dan angka 64 yang saya pakai adalah bentuk penghormatan kepada ayah saya, sosok yang membimbing perjalanan saya sampai hari ini,” tutur Mario. [fiq/but]






