Malang (beritajatim.com) – Bakal Calon Bupati Malang 2024 Lathifah Shohib resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Bupati Malang 2024. Berkas pendaftaran Lathifah, sudah diserahkan ke Desk Pilkada DPC PKB Kabupaten Malang, Senin (20/5/2024) siang ini.
Menurut Lathifah, pihaknya sudah menjalin komunikasi politik dengan sejumlah partai. Paling intens yakni bertemu petinggi NasDem dan Gerindra di Jawa Timur.
“Yang sudah kita lakukan komunikasi politik dengan NasDem, dengan Gerindra juga dan akan kita lakukan dengan partai partai lain. Kalau bisa koalisi besar kan enak,” tegas Lathifah pada awak media.
Lathifah menegaskan, komunikasi politik yang dibangun PKB dengan Partai NasDem dan Partai Gerindra, sudah mengarah pada mencocokkan visi dan misi.
“Kami sudah saling mencocokkan visi dan misi dengan NasDem dan Gerindra,” tuturnya.
Lathifah juga menceritakan selisih suara yang membuat dirinya kalah pada Pilbup Malang 2020 lalu. “Ketika itu kami hanya kalah sekitar 3 persen di Pilbup Malang 2020, lalu suara rusak 5 persen. Jadi potensi suara yang saya miliki kalau kita asumsikan bocor sekian persen katakanlah, insya Allah masih lebih dari 50 persen suara pendukung saya,” ucapnya.
Lathifah mengaku, keikutsertaan dirinya dalam running Pilkada Kabupaten Malang pada 27 November 2024 mendatang, juga desakan dari para tokoh dan kiai yang ada di Kabupaten Malang. Lathifah juga optimisi perolehan suara di Pilbup Malang 2024 nantinya, masih diatas 50 persen suara.
“Insya Allah suara 50 persen bisa kita pertahankan. Karena setelah pendaftaran ini kami langsung silaturahmi dan sowan kiai kiai atau tokoh tokoh yang di 2020 dan 2024 kemarin, tetap kokoh membantu saya,” ujarnya.
Untuk menambah dan mempertahankan perolehan suara, Lathifah bakal memasuki peran pemilih muda milenial.
“Suara yang akan disasar lagi yakni suara milenial, tentunya ini suara cukup besar ya. Lalu suara perempuan pastinya, karena 80 persen pendukung kami ya suara perempuan, suara emak-emak ini. Tapi kami tidak menafikkan suara laki laki, karena suara laki-laki ini dipengaruhi suara emak-emak juga,” tegasnya.
Masih kata Lathifah, pihaknya juga minta masukan tokoh dan kiai untuk membangun Kabupaten Malang bersama-sama. “Menurut saya kepemimpinan itu tidak bisa berjalan sendiri, butuh kerjasama seluruh stake holder. Kalau soal pendamping saya belum menentukan dengan siapa. Kami lebih ikuti yang dipilih oleh partai,” pungkasnya.
Sementara itu, Arzeti Bilbina Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB yang mendampingi Lathifah menambahkan, Bu Nyai Lathifah tidak mempunyai ambisi untuk menjadi Bupati.
“Bukan Bu lathifah yang ambisi jadi Bupati. Tapi yang ambisi itu kami, para emak-emak ini. Emak-emak ini punya felling yang kuat, jadi kami ketika kumpul bersama dan meminta Bu Nyai Lathifah untuk maju semangat kami seperti merinding. Emak-emak kalau sudah merinding berarti Allah sedang membangkitkan kita semua untuk menggerakkan hati agar Kabupaten Malang Bangkit jilid 2. Bagi kami Bu Lathifah selalu di hati, kami siap menjadi garda terdepan,” Arzeti mengakhiri. [yog/beq]






