Surabaya (beritajatim.com) – Lana Del Rey, seorang penyanyi dan song writer asal Amerika Serikat, mendapatkan sorotan usai pernyataannya di media sosial dan sesi wawancara terkait sang mantan dan album barunya.
Perempuan yang bernama asli Elizabeth Woolridge Grant ini, mengungkapkan bahwa dia hanya memasang satu papan reklame untuk mempromosikan album barunya. Menariknya, ia hanya memasang papan reklame itu di kampung halaman mantan pacarnya.
Seolah-olah Del Rey menginginkan mantan pacarnya mengetahui bahwa ia telah merilis album baru.
Lana Del Rey mengumumkan perilisan album barunya yang bertajuk “Did You Know That There A Tunnel Under Ocean Blvd” pada awal bulan Desember ini. Ia juga merilis judul lagu rekaman album tersebut, serta merencanakan perilisan karya lainnya pada Maret Tahun depan.
Melalui akun Instagram pribadinya, @honeymoon, Del Rey mengunggah selfie yang berlatar belakang papan reklame tersebut dengan ekspresi datar, dilengkapi dengan caption, “Hanya ada satu, dan itu di Tulsa,” dilengkapi dengan emoji tengkorak.
[berita-terkait number=”5″ tag=”artis”]
Maksud dari Tulsa dalam caption mengacu pada kota Oklahoma yang menjadi rumah Sean Larkin, mantan pacarnya Del Rey. Pada unggahannya itu, di bagian komentar, ia menjelaskan alasannya memilih kampung halaman mantannya untuk memasang papan reklame.
“It’s Personal,” tulisnya.
Diketahui bahwa Lana Del Rey putus dengan Sean Larkin setelah 6 bulan berpacaran, pada 2020, dengan alasan jadwal keduanya yang terlalu padat.
Aksi kocak Lana Del Rey ini mendapatkan respon dari para penggemar. Beberapa di antaranya berpendapat bahwa judul album yang dirilis tanggal 7 Desember 2022 kemarin bertepatan dengan hari ulang tahun Sean.
Beberapa penggemar juga mengatakan bahwa keputusan Del Rey untuk melakukan ini adalah bentuk ‘balas dendam’ kepada mantan dengan gaya yang elegan.
Meski begitu, banyak pujian yang mengalir kepada Del Rey mengingat, bahwa Tulsa adalah kota kecil di Amerika yang kerap ‘diskip’ untuk promosi album.
Lana Del Rey dikenal luas oleh penikmat musik Indonesia karena gaya musiknya yang bergaya sinematik, dengan keasyikan tema-tema klasik dari romansa tragis, kemewahan, dan melankolis. (kai/nap)






