Pamekasan (beritajatim.com) – Laga Madura United FC menjamu PSIM Yogyakarta, pada lanjutan Super League 2025-2026, di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan , Sabtu (10/1/2026). Bakal menjadi momen spesial karena bertepatan dengan Perayaan Hari Jadi Ke-10 Laskar Sape Kerrab.
Pada laga tersebut, 3 poin alias mengalahkan tim tamu PSIM Yogyakarta, harus menjadi target utama tim untuk dipersembahkan bagi suporter Madura Bersatu. Terlebih juga bagi Presiden Klub, Achsanul Qosasi yang berulang tahun pada tanggal daj bulan serupa.
“Laga ini menjadi arti penting dalam sejarah klub, seluruh pemain menyadari tanggungjawab besar itu yang harus diemban selama pertandingan berlangsung. Sehingga kita akan melakukan yang terbaik untuk memberikan kado spesial kepada fans,” kata Pelatih Madura United FC, Carlos Periera.
Mamang pada laga tersebut, mereka terpaksa harus bermain pincang seiring dengan absennya bek andalan, Mendonca yang mendapatkan hukuman kartu merah kala bertanding melawan Persebaya Surabaya, pada pekan sebelumnya.
Namun juru taktik berkebangsaan Brasil, memastikan tidak ada persoalan berarti ketika harus kehilangan bek tangguh seperti Mendonca. Terlebih seluruh pemain memiliki komitmen dan spirit yang sama untuk memenangkan pertandingan.
“Semua pemain sudah siap bekerja keras mengamankan poin, apalagi persiapan untuk pertandingan ini juga sangat detail, sehingga kita harapkan pemain tampil percaya diri untuk 3 poin,” pungkasnya.
Seperti diketahui, saat ini Madura United menempati posisi 13 klasemen sementara dengan torehan 17 poin berkat hasil 4 kali menang, 5 kali imbang dan 7 kali kalah. Mereka baru memasukkan 18 gol dan sudah kebobolan sebanyak 21 gol dari 16 laga yang dijalani.
Sementara PSIM Yogyakarta, berada di posisi 6 klasemen dengan torehan 27 poin berkat hasil 7 kali menang, 6 kali imbang, dan 3 kali kalah. Mereka sudah mencetak sebanyak 20 gol dan kebobolan 18 gol dari 16 laga yang dijalani. [pin/ted]






