Gresik (beritajatim.com) – Harapan tinggi Gresik United (GU) memetik poin kemenangan di laga perdana kompetisi Liga 3 musim 2025-2026 sirna. Bermain di Lapangan Thor Surabaya, Senin (1/12/2025), tim asal Gresik itu malah keok 1-2 dari Persekabpas Pasuruan.
Sejak kickoff, Gresik United tampil dominan dengan penguasaan bola yang lebih baik. Tekanan demi tekanan mereka lancarkan, namun justru Persekabpas yang tampil tanpa beban.
Laskar Sakerah julukan Persekabpas membuka gol pertama melalui Reynaldi Zaki Ali Sapari menit ke-31. Gol ini membuat pemain Gresik United kaget, dan berusaha menyamakan kedudukan. Namun, rapatnya pertahanan tim asal Pasuruan menyebabkan pemain Gresik United frustrasi.
Hingga babak pertama, Persekabpas mampu unggul satu gol atas Gresik United. Memasuki babak kedua jual beli serangan serta permainan cenderung kasar membuat wasit yang memimpin pertandingan, Bayu Pratama mengeluarkan lima kartu kuning.
Tiga untuk pemain Gresik United dan dua pemain Persekabpas. Menit ke-80, Persekabpas kembali menambah gol keduanya melalui Brian Pilep Rejalu yang masuk di babak kedua.
Unggul dua gol menyebabkan tim asuhan Andik Ardiansyah ini semakin tegang dan sulit mencetak gol meski banyak menciptakan peluang di area pertahanan Persekabpas.
Mendekati injury time atau tambahan waktu, Gresik United mampu memperkecil kedudukan di menit 90+2 lewat Roy Yusuf Ivansyah hingga kedudukan tak berubah 1-2 untuk kemenangan Persekabpas.
Mengenai kekalahan perdana ini, pelatih Gresik United Andik Ardiansyah menuturkan dirinya tetap mengapresiasi pemainnya yang sudah berjuang maksimal. “Laga perdana memang laga sulit, kami sudah menyiapkan strategi. Gol pertama Persekabpas membuat pemain kami terburu-buru melakukan penyelesaian akhir meski banyak menciptakan peluang,” pungkasnya.
Di laga berikut, lanjut Andik, dirinya bersama jajaran pelatih sudah menyiapkan strategi berbeda demi mendulang poin penuh. “Recovery pemain menjadi kendala mengingat di laga kedua waktunya sangat mepet. Tapi kami tetap bertekad memenangkan pertandingan,” pungkasnya. (dny/kun)






