Surabaya (beritajatim.com) – Labschool Unesa menghadirkan mahasiswa asing di sekolah untuk memperkuat wawasan internasional siswa. Ini menjadi bagian penting menuju sekolah standar internasional.
“Kami memang sengaja memprogramkan ini, agar ada diskusi dan sharing antara mahasiswa luar negeri dengan guru-guru maupun siswa,” ujar Direktur Lembaga Labschool Unesa Prof Sujarwanto, Kamis (18/7/2024).
Diketahui, sejumlah mahasiswa asing dari berbagai negara itu tengah menjalani program Summer Camp di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Mereka pun berkunjung ke Labschool Unesa di Ketintang, Surabaya.
Prof Jar mengatakan, materi pelajaran seperti bahasa Inggris di sekolah tingkat dasar, seperti yang ada di Labschool Unesa, harus diseimbangkan juga dengan praktek berbicara langsung dengan native speakers.
Kesempatan praktek langsung itu diwadahi lewat program pertukaran atau mendatangkan mahasiswa asing di sekolah. Dengan begitu, para siswa bisa mendapatkan banyak wawasan tentang budaya dan pendidikan di negara lain.
“Mahasiswa asing senang, apalagi anak-anak atau siswa juga sangat senang. Mereka jadi lebih percaya diri, wawasan mereka pun berkembang, jadi tahu tentang negara lain, budaya negara lain dan sebagainya,” ucapnya.
Dengan program internasional yang gencar dilakukan tersebut, Prof Jar berharap para siswa siap secara mental maupun kemampuan untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan internasional, bahkan bisa melanjutkan studi di luar negeri.
“Transformasi Labschool ini kita mulai dari SDM, guru dan siswa pun tendik sehingga memiliki wawasan dan standar kerja dan belajar level dunia. Tentu ini bertahap dan berkelanjutan,” tandasnya. [ipl/suf]






