Jember (beritajatim.com) – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa mengutip tokoh politik Romawi Cicero saat menyampaikan tiga catatan untuk Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2023, di gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (10/6/2024).
“Cicero pernah berkata, kepastian hukum yang terlalu absolut dan terlalu keras, adalah ketidakadilan tertinggi. Dalam upaya pembangunan nasional, pemerintah harus terus memperhatikan kepentingan rakyat sebagai tujuan utama dengan menciptakan kebijakan yang inklusif dan berkeadilan,” kata Sunarti, juru bicara Fraksi PKB.
Sunarti lantas menyampaikan tiga catatan Fraksi PKB terhadap LPP APBD Jember 2023. “Pertama, pemeruntah daerah harus memiliki strategi dan konsep untuk memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah yang bertugas mengumpulkan pajak dan retribusi,” katanya.
Catatan ini didasarkan pada realisasi target pendapatan asli daerah yang baru mencapai 90,37 persen dari target Rp 845,99 miliar. “Peningkatan layanan pajak dan pengawasan rutin terhadap wajib pajak perlu terus dilakukan. Perbaikan regulasi sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 harus segera diimplementasikan,” kata Sunarti.
Fraksi PKB juga memberikan catatan terhadap belum cukup merata dan efektifnya penggunaan anggaran pendidikan setiap tahun. Indikasi tidak meratanya anggaran ini dilihat dari masih banuyaknya gedung sekolah yang rusak berat dan sedang, kendati pemerintah telah mengalokasikan lebih 20 persen dari APBD Jember untuk pendidikan.
“Pemerintah perlu meningkatkan transparansi penggunaan anggaran pendidikan dan memastikan alokasi dananya benar-benar mencapai sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah yang membutuhkan,” kata Sunarti.
Terakhir, menurut Sunarti, Fraksi PKB belum melihat kegiatan dalam capaian indikator utama pembangunan, seperti pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, peningkatan indeks pembangunan manusia, penurunan tingkat pengangguran terbuka, dan penurunan indeks gini ratio, kendati ada temuan hasil positif.
“Angka-angka ini harus dilihat dalam konteks yang lebih luas, Pertumbuhan ekonomi 4,93 persen dan penurunan kemiskinan serta pengangguran adalah tanda-tanda baik. Namun pemerintah harus tetap waspada terhadap faktor eksternal yang bisa mempengaruhi stabilitas ekonomi,” kata Sunarti.
Kendati indeks gini rasio Jember lebih baik daripa rata-rata Jawa Timur, Sunarti menegaskan, kesenjangan tetap ada dan harus terus dikurangi. “Pemerintah harus terus berupaya meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh dan merata,” katanya. [wir]






