Surabaya (beritajatim.com) – Meski mempunyai postur tubuh kecil atau berat badan yang ideal, namun tak jarang seseorang merasa terganggu karena memiliki perut yang buncit. Perasaan tidak nyaman tersebut biasanya muncul karena dianggap menganggu penampilannya, terlebih bagi kaum wanita.
Idealnya perut yang normal bisa dihitung, yakni setengah dari tinggi badan seseorang atau kurang dari 88 cm untuk perempuan dan 102 cm untuk laki-laki. Jika lebih dari itu maka bisa dikategorikan sebagai perut buncit.
Seseorang dengan perut buncit ini mungkin sudah melakukan berbagai cara untuk menghindari hal tersebut, namun sebenarnya itu semua bisa dihindari dengan mengetahui terlebih dahulu penyebab perut jadi buncit. Berikut ini beberapa di antaranya;
Faktor usia
Perut buncit yang disebabkan oleh faktor usia ini berkaitan dengan hormon. Semakin menua seseorang tentu membuat pertumbuhan hormon menjadi menurun.
Hal inilah yang kemudian dapat menyebabkan metabolisme pembentukkan protein hingga otot turut menurun. Tak ayal jika akhirnya lemak dalam perut yang justru meningkat. Terlebih pada wanita biasanya lebih mendominasi.
Faktor genetik
Faktor yang satu ini tentu tak dapat dihindari, karena sudah terbawa dari turun menurun. Tak ayal jika orang tuanya memiliki kadar lemak dalam tubuh yang berlebih, maka anak-anaknya akan lebih berisiko yang serupa. Meskipun begitu, hal tersebut nanti bisa diubah, asal bisa menjaga pola hidup yang lebih baik.
Konsumsi junkfood
Konsumsi junk food memanglah nikmat hingga kerap menggoda siapa saja yang melihatnya. Namun, konsumsi makan makanan ini secara berlebihan dapat membuat perut menjadi buncit. Hal ini dikarenakan adanya kandungan kalori, gula, dan kadar lemak yang tinggi. Tak ayal jika kemudian semua itu menumpuk di dalam perut.
Kurang tidur
Tidur yang normal berkisar sekitar enam hingga delapan jam sehari. Dengan waktu tidur yang cukup maka metabolisme tubuh akan bekerja lebih baik, sehingga pembakaran lemaknya pun juga optimal.
Jika tidur berlebihan maka badan pun bisa semakin mengembang, sebaliknya tidur yang kurang juga berpotensi membuat seseorang ingin mengonsumsi makan-makanan ringan hingga berat secara terus menerus.
Kurang bergerak
Mungkin kurang bergerak ialah faktor yang paling sering dialami oleh kebanyakan orang. Seperti kurang olahraga hingga melakukan aktivitas gerak lainnya.
Mungkin hal ini dikarenakan adanya rasa nyaman untuk rebahan dan fokus menghadap ke layar smartphone dan sejenisnya. Tak ayal jika lemak di perut tidak terbakar dengan maksimal. Padahal menurut WHO, seseorang sebaiknya melakukan olahraga setidaknya 3-5 kali dalam seminggu. [fyi/tur]






