Ponorogo (beritajatim.com) – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur (Jatim), KH Zahrul Azhar Asumta atau yang akrab disapa Gus Hans, semakin aktif memperkuat dukungan dari kalangan Nahdliyin.
Salah satu yang dilakukan oleh Gus Hans, yang berpasangan dengan Tri Rismaharini dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2024, melakukan kunjungan ke Kabupaten Ponorogo.
Dalam kunjungannya di Bumi Reog, Gus Hans ke rumah bersejarah Kiai Ageng Muhammad Besari di Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Ponorogo. Dalam kesempatan itu, Gus Hans berkesempatan berdialog langsung dengan puluhan gus atau pengasuh pondok pesantren dari berbagai wilayah di Kabupaten Ponorogo.
Gus Hans menyatakan komitmennya yang kuat untuk memperjuangkan pendidikan Islam di Provinsi Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada diskriminasi antara pondok pesantren besar dan kecil. Semua pondok pesantren, kata Gus Hans, akan mendapatkan bantuan yang merata dari pemerintah.
“Saya berkomitmen untuk memastikan bahwa semua pondok pesantren, baik besar maupun kecil, mendapatkan perhatian dan bantuan yang adil. Tidak akan ada perbedaan dalam hal ini,” tegas Gus Hans, ditulis Sabtu (12/10/2024).
Komitmen ini disampaikan sebagai bagian dari strategi Gus Hans dan Tri Rismaharini untuk merangkul lebih banyak dukungan dari komunitas pesantren di seluruh Jawa Timur. Dengan semakin kuatnya dukungan dari kalangan Nahdliyin, Gus Hans optimis bahwa pasangan Tri Rismaharini dan dirinya akan meraih kemenangan dalam Pilgub Jatim yang akan digelar pada tanggal 27 November 2024 mendatang.
“Kami percaya dengan dukungan yang semakin besar dari para ulama dan pengasuh pondok pesantren, kami bisa memenangkan kontestasi ini demi kebaikan Jawa Timur ke depannya,” ujar Gus Hans dengan penuh keyakinan.
Kunjungan ke Ponorogo ini menjadi salah satu upaya penting bagi pasangan calon (paslon) Tri Rismaharini dan Gus Hans untuk menguatkan basis dukungan di kalangan pesantren. Sebab Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu daerah dengan jumlah pondok pesantren yang cukup banyak di Provinsi Jawa Timur.
“Mereka (ponpes-red) merupakan tonggak dan garda terdepan penjaga moral bangsa,” tutup Gus Hans. (end/ted)






