Blitar (beritajatim.com) – Hari pertama Hari Raya Idul Fitri yang seharusnya penuh kekhidmatan di Kota Blitar sempat diwarnai aksi ketegangan. Sebuah video yang memperlihatkan seorang pemuda nekat menantang duel anggota kepolisian viral di jagat maya.
Insiden ini dipicu oleh upaya petugas yang hendak menyita tumpukan petasan siap ledak di kawasan Jalan Serayu, Kota Blitar.
Aksi arogan pemuda tersebut terekam kamera warga dan menyebar luas. Dalam cuplikan video, tampak seorang pemuda bahkan sempat mencengkeram kerah baju petugas dengan nada bicara tinggi, menantang sang polisi untuk berkelahi secara terbuka.
Kronologi Kejadian di Simpang Tiga Serayu
Peristiwa bermula saat petugas kepolisian menerima aduan dari masyarakat yang merasa resah dengan rencana penyulutan petasan dalam skala besar di Simpang Tiga Jalan Serayu. Menanggapi laporan tersebut, petugas segera meluncur ke lokasi guna melakukan penertiban.
Setibanya di TKP, polisi mendapati barang bukti yang cukup mencengangkan: dua kardus penuh petasan dan seperempat karung petasan lainnya yang sudah tertata rapi dan siap untuk diledakkan di tengah jalan.
“Mendapati temuan tersebut, anggota berupaya melakukan penyitaan demi keamanan umum. Namun, tindakan persuasif petugas justru mendapat perlawanan dari sekelompok pemuda di lokasi,” ujar Kanit Reskrim Polsek Kepanjen Kidul, Ipda Imam Sambodo, saat memberikan keterangan.
Suasana memanas ketika salah satu pemuda tidak terima barang bawaannya disita. Ia melakukan tindakan fisik dengan memegang baju petugas dan menantang duel di lokasi. Beruntung, situasi yang sempat mencekam tersebut tidak berujung pada baku hantam setelah warga sekitar dan pemuda lainnya turun tangan untuk meredam emosi pelaku.
Setelah ditenangkan oleh massa, petugas tetap berhasil mengamankan barang bukti petasan tersebut untuk dibawa ke markas kepolisian.
Meski sempat viral dan memicu kegeraman warganet, kasus ini akhirnya diselesaikan melalui jalur kekeluargaan. Ipda Imam Sambodo menegaskan bahwa pemuda yang melakukan aksi tantang duel tersebut telah menyadari kesalahannya.
“Kasus ini sudah berakhir damai. Sang pemuda sudah meminta maaf secara langsung kepada anggota yang saat itu berupaya menyita petasan,” jelas Imam.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan penyitaan yang dilakukan anggota di lapangan sepenuhnya didasari oleh aspek keselamatan publik. Suara ledakan petasan dalam jumlah besar dinilai sangat mengganggu kenyamanan warga dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama di hari raya.
“Dasar tindakan anggota kami murni karena adanya aduan masyarakat yang merasa terganggu. Kami menghimbau masyarakat untuk merayakan Lebaran dengan cara yang aman tanpa membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya. (owi/but)







1 Komentar
melanggar aturan kok malah menantang petugas. tangkap orangnya. tangkap. tangkap. dua kesalahannya,melanggar ketertiban umum dan melawan petugas. hukumannya seumur hidup dipenjara.