Blitar (beritajatim.com) – Setelah menanti cukup lama pasca insiden kebakaran hebat tahun 2022 lalu, denyut nadi pembangunan Pasar Kesamben, Kabupaten Blitar, kini mulai terasa. Proyek Strategis Nasional (PSN) di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tersebut mulai dikerjakan.
Sejak ground breaking dilakukan pada Desember 2025, proyek yang didanai pemerintah pusat melalui tahun anggaran 2025-2026 ini terus menunjukkan kemajuan positif. Tidak main-main, anggaran sebesar Rp 63,9 miliar dikucurkan untuk membangun kembali pusat ekonomi tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar, Darmadi, mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik saat ini diperkirakan telah menyentuh angka 10 persen.
“Pembangunan Pasar Kesamben terus berprogres. Saat ini diperkirakan sudah 10 persen. Meskipun pelaksananya adalah pemerintah pusat, kami dari Pemkab Blitar tetap melakukan pengawalan dan pendampingan intensif,” ujar Darmadi.
Pasar Kesamben yang baru nantinya tidak hanya sekadar bangunan beton. Pemkab Blitar membocorkan bahwa pasar ini dirancang dengan konsep modern dua lantai yang mengadopsi sistem semi-basement.
Berbeda dengan pasar tradisional konvensional yang identik dengan kesan pengap, bangunan baru ini akan mengusung sistem terbuka. Konsep ini bertujuan untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan cahaya alami, sehingga meningkatkan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung.
“Konsepnya dua lantai dengan semi-basement. Nantinya akan lebih fleksibel untuk area belanja dan lahan parkir masyarakat,” tambah Darmadi.
Langkah cepat pemerintah pusat dan daerah dalam membangun kembali pasar ini bukan tanpa alasan. Pasar Kesamben merupakan “tambang emas” bagi pendapatan daerah. Secara historis, pasar ini tercatat sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar kedua di Kabupaten Blitar, tepat di bawah Pasar Wlingi.
Lumpuhnya pasar ini sejak kebakaran 2022 praktis sempat menekan laju pertumbuhan ekonomi lokal. Oleh karena itu, penyelesaian proyek ini menjadi prioritas utama untuk memulihkan aktivitas ekonomi di wilayah Blitar bagian timur.
Berdasarkan kontrak kerja yang ditandatangani pada 29 Desember 2025, proyek ini dijadwalkan berlangsung selama satu tahun penuh. Targetnya, pada 23 Desember 2026, pasar sudah harus siap diserahterimakan dan digunakan kembali oleh para pedagang.
Kehadiran pasar baru yang lebih representatif ini diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi transaksi yang hilang, tetapi juga menjadi ikon ekonomi baru yang lebih tertata dan manusiawi di Kecamatan Kesamben. [owi/beq]






