Surabaya (beritajatim.com) – Ketua KPU Surabaya Soeprayitno menanggapi pasangan calon tunggal Pilwalkot nomor urut 1, Eri Cahyadi – Armuji, yang menjawab pertanyaan debat panelis menggunakan visual presentasi PowerPoint [Ppt].
Sebelumnya sejumlah kalangan mempertanyakan bahwa pertanyaan debat telah dibocorkan ke pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi- Armuji.
Menurut Soeprayitno, penggunaan Ppt oleh calon ketika debat serta menjawab pertanyaan panelis, hanya sebatas sarana. Sebab kata dia, ini berbeda dengan Pilwalkot tahun 2020 silam, saat debat tahun silam calon ini menggunakan salinan Qcard.
“Boleh, itu kan sarana pendukung. Cuman malam ini beda, karena gedung ini sudah dilengkapi LED. Sementara debat pilwali 2020 dulu, di gedung ini, belum dilengkapi LED begitu (untuk menampilkan Ppt),” kata Soeprayitno, ditulis Kamis (17/10) hari ini.
Ketua KPU Soeprayitno akrab disapa Nano itupun memandang aktivitas debat paslon menampilkan Ppt ini bukanlah giat mencontek. Dia menyampaikan kalau paslon tunggal memiliki tim ahli yang bisa membedah tema dan memprediksi pertanyaan.
“Kalau kami tidak menemukan hal itu mengingat tema besar ini, pasti mereka punya tim ahli yang bisa membedah dan memprediksi kira kira nanti pertanyaan dari panekis seperti apa,” ungkap dia.
Dan apakah akan ada rencana perubahan skema debat di debat selanjutnya, Nano bilang, petugas KPU akan mengevaluasi debat hari ini. Dan apabila ada, akan disampaikan mendekati debat kedua.
“Yang pasti debat pertama ini kita akan evaluasi, dengan melibatkan komisioner lintas devisi, pejabat kasubag yang ada di KPU Surabaya, dan sekertaris,” tandas Ketua KPU Surabaya tersebut. (ted)






