Malang (beritajatim.com) – KPU Malang mulai menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Perolehan Suara Pemilu 2024, Rabu (28/2/2024). Rekapitulasi berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Malang.
“Mudah-mudahan acara hari ini bisa berjalan dengan lancar, yang sekiranya kami rencanakan hanya dua hari saja. Biar tidak terlalu lama. Rekapitulasi diikuti seluruh peserta rapat ditingkat PPK, semoga berjalan dengan lancar, tanpa kendala yang berarti,” ungkap Ketua KPU Kabupaten Malang Anis Suhartini, Rabu (28/2/2024) sore.
Sekilas perjalanan pemilu 2024 sampai dengan hari ini, lanjut Anis, sudah berjalan 20 bulan yang telah dimulai sejak 14 juni 2022. Mulai dari tahap pendataan nama calon peserta pemilu, kemudian pendaftarannya.
“Kemudian kita melakukan sosialisasi, kemudian kita juga melaksanakan tahapan kampanye. Lalu waktu pencoblosan 14 Februari 2024 lalu. Dilanjutkan dengan tahapan rekapitulasi yang berjenjang, yang dimulai dari tingkat kecamatan dan hari ini dilaksanakan tingkat kabupaten. Nanti di tanggal 8 Maret 2024, akan dimulai di tingkat provinsi. Setelahnya rekapitulasi akan dilakukan di tingkat pusat di KPU RI,” tegas Anis.
Kata Anis, dalam proses penyelenggaraan pemungutan dan penghitungan suara di Kabupaten Malang, meski ada kendala namun secara keseluruhan proses pelaksanaan berjalan dengan lancar dan kondusif.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam proses penyelenggaraan pemilu 2024. Menjadi sebuah keniscayaan yang tidak bisa kita pungkiri, sebuah proses akan menyisakan cerita bagi pejuang demokrasi. Pelaksanaan pemilu 2024, mohon berkenan memanjaat doa kepada pejuang demokrasi kita yang telah gugur,” tuturnya.
Anis bilang, setelah pemungutan, ketika penghitungan ada rekomendasi saran perbaikan, yang harus dilakukan dilaksanakan oleh KPU terkait debgan pemungutan suara lanjutan atau pemungutan suara ulang.
“Pemilu 2024 ada satu pemungutan suara lanjutan di kecamatan wagir, memang ada kekurangan surat suara untuk DPRD Kabupaten Malang. Kemudian kami juga melaksanakan pemungutan suara ulang yang terjadi di kecamatan sumberpucung, desa senggreng, ada 3 TPS. Kemudian kecamatan pujon, desa bendosari ada 1 TPS. Dan kecamatan pakis, desa sekarpuro 1 TPS,” terangnya.
Anis menambahkan, hal itu menjadi dinamika yang mewarnai Pemilu 2024. “Saya yakin hal ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Pelajaran yang mungkin tidak kita dapati untuk Pemilu berikutnya. Karena kita berharap di Pemilu berikutnya tidak akan terjadi hal seperti ini lagi,” Anis mengakhiri. [yog/beq]






