Malang (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang akan menyelenggarakan debat publik pertama bagi dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Malang pada Jumat malam ini (25/10/2024). Debat digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang.
Marhaendra Pramudya Mahardika, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang, menjelaskan, tujuan debat untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Kabupaten Malang agar lebih mengenal visi dan misi dari masing-masing calon dalam rangka pemilihan bupati periode 2024-2029.
Dua pasangan calon yang akan berkompetisi dalam debat ini adalah Sanusi – Lathifah Shohib dan Gunawan – Umar Usman.
“Debat publik ini diadakan sebagai salah satu cara untuk memberikan informasi menyeluruh kepada masyarakat,” Marhaendra.
Dengan adanya debat, diharapkan masyarakat dapat memahami visi dan misi dari masing-masing pasangan calon kepala daerah.
Hal ini bertujuan agar mereka bisa mengambil keputusan yang tepat saat pemilihan nanti. Selain itu, debat juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menggali informasi lebih dalam tentang program kerja yang ditawarkan oleh setiap paslon.
Kata Marhaendra, tema yang diangkat dalam debat kali ini adalah “Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah”.
“Diharapkan kegiatan debat ini dapat menggambarkan arah pembangunan Kabupaten Malang di masa mendatang,” tegasnya.
Dalam debat ini, sejumlah panelis dari kalangan akademisi dan ahli akan berperan penting dalam mengajukan pertanyaan dan menggali lebih dalam visi misi dari kedua pasangan calon.
Beberapa panelis yang terlibat antara lain Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, Rektor Universitas Negeri Malang, Dr. M. Yusuf Azwar Anas, S.E., M.M, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Raden Rahmat Malang.
Kemudian ada juga Yuvenita Prisca, S.Sos., M.Fil, dosen ilmu komunikasi Universitas Negeri Malang.
Salah satu aturan dalam debat ini adalah pembatasan jumlah pendukung yang dapat hadir. Setiap pasangan calon hanya diperbolehkan membawa 60 pendukung.
Mereka diharuskan hadir 30 menit sebelum acara dimulai untuk memastikan kelancaran jalannya acara. Acara debat disiarkan langsung melalui Channel YouTube KPU Kabupaten Malang, saluran Channel Batu TV dan RRI Malang. [yog/beq]






