Gresik (beritajatim.com) – Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Gresik menggandeng Kementerian Sosial RI dalam menyalurkan bantuan sosial bagi Orang dengan HIV (ODHIV). Program ini tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS di daerah. Menurutnya, persoalan HIV/AIDS tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyangkut dimensi sosial, ekonomi, dan kemanusiaan.
“Penanggulangan HIV dan AIDS bukan semata persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut aspek sosial, ekonomi, dan kemanusiaan,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Pada tahap pertama, bantuan difokuskan pada dukungan nutrisi serta pemenuhan kebutuhan Activity Daily Living (ADL) bagi 18 ODHIV yang masuk kategori masyarakat desil 1–5. Program ini bertujuan menjaga kondisi kesehatan penerima agar dapat menjalani terapi secara optimal.
Selanjutnya, pada tahap kedua, sebanyak 16 penerima manfaat mendapatkan bantuan kewirausahaan. Program ini dinilai strategis untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi ODHIV, sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan jangka panjang.
Mantan Wakil Ketua DPRD Gresik tersebut juga mengingatkan pentingnya disiplin dalam kontrol kesehatan dan rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV).
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkomitmen menjalankan prinsip “3 Zero”, yakni zero infeksi baru HIV, zero kematian terkait AIDS, serta zero stigma dan diskriminasi.
“Komitmen ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama menuju eliminasi HIV/AIDS di Kabupaten Gresik pada tahun 2030,” paparnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan inklusif tanpa stigma dan diskriminasi, serta menjunjung tinggi empati agar setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk hidup sehat, produktif, dan bermartabat. [dny/but]






