Mojokerto (beritajatim.com) – Kota Surabaya berhasil menjadi juara umum di cabang olahraga Muaythai pada gelaran Porprov Jatim VIII di SMAN 2 Mojokerto, Kamis (14/9/2023). Atlet Surabaya berhasil raih 4 emas, 2 perak dan 4 perunggu di nomor seni dan fight.
Menurut Hendri Lianto, Ketua Muaythai Kota Surabaya mengatakan jika ini adalah prestasi pertama. Kota Surabaya berhasil mendapatkan juara umum Porprov Jawa Timur di cabang olah raga Muaythai.
Hal ini tentu belajar dari Porprov sebelumnya di Jember, Kota Surabaya gagal mencuri medali dan gagal menjadi juara umum. Kali ini telah banyak perubaham yang terjadi pada atlet Kota Surabaya, terutama dalam hal pembibitan atlet muda.
Baca Juga: Suporter Madura United dan Persebaya Sepakat Patuhi Regulasi PT LIB
“Saya sangat bangga dengan prestasi kota Surabaya akhirnya bisa membuktikan jika para atletnya masih mau berjuang di Porprov hingga menjadi juara umum. Semoga atlet baru kami yang berhasil meraih medali adalah atlet generasi baru yang bisa menghasilkan prestasi,”ungkap Henri.
Dari 4 medali emas, 2 perak dan 3 Perunggu di nomor Seni diantaranya dikelas Muaythaiwai Khru mendapatkan medali emasi yakni Putri Juneta, Melva Chritia, lalu di nomor Muaythaimuayboran mendapatkan medali emas yakni Putri Junetha, Melva Christia dan Stavanmo Rejune. Dan di nomor Muaythaimuayrobic mendapatkan medali emas yakni Juneta Melva dan Stevanni Rejune dan M Fatahillah, Radiya Krishna dan Wildan Abdul mendapatkan medali perak.
Sementara untuk kelas Fight, Stevannie Rejune berhasil mendapatkan medali emas di kelas 51 kg putri, Arya Seno mendapatkan medali perak di nomor putra 65 kg dan mendapat medali perunggu di kelas 43 kg putra Afdal, lalu di susul Arvinda Arda di kelas 43 kg putri dan Dennis Nurissa di kelas 45 putri.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Ajak ACFE Berkolaborasi untuk Hindarkan ASN Jatim dari Perilaku Fraud
Dari banyaknya medali yang diperoleh, mayoritas atlet Muauthai putri yang berhasil mendapat medali, Hendri menambahkan jika persiapan atlet putra membutuhkan jam terbang lebih hal ini yang akan menjadi evaluasi setelah ini.
“Tentu kami tidak bisa membandingkan antara atlet putra dan putri, hanya saja jam terbang yang kurang dari putra membuat pelungang medapatkan medali berbeda,”imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan Hendri, tidak berhenti di ajang Porprov Jatim.ke VIII ini, setelah ini pihak Muaythai Surabaya akan bergeran jemput bola untuk mencari kembali bibit muda yang dipersiapkan untuk kejuaraan- kejuaraan berikutnya.
Baca Juga: FKG UHT Surabaya Lantik dan Ambil Sumpah 10 Dokter Baru
Selain berencana menggelar Piala Walikota Surabaya, Muaythai kota Surabaya akan berkeliling ke sekolah-sekolah di Surabaya untuk melakukan sosialisasi dan menjaring atlet muda yang nantinya akan dipersiapkan regenerasi berikutnya.
“Setelah ini kita akan adakan camp yang akan menyeser sekolah-sekolah di kota Surabaya untuk menarik minat siswa bergabung menjadi atlet Muaythai berikutnya,”tambahnya.
Diketahui di ajang Porprov Jatim cabang olah raga Muaythai ini berbeda dengan sebelumnya banyaknya atlet baru yang berhasil meraih medali, seperti kabupaten Sampang yang berhasil menjadi juara ke dua dengan mendapatka 4 medali emas, 1 perak dan 3 perunggu.
Lalu Blitar berhasil meraih juara ke 3 denfan perolehan 4 emas 1 perak dan 1 perunggu. Dilanjut Probolinggo yang berhasil me dapatkan 3 medali emas, 1 perak dan 4 perunggu dan Lamongan yang berhasil mendapat 1 emas, 5 perak dan 3 perunggu. (Way/ian)






