Madiun (beritajatim.com) – Wali Kota Madiun, Maidi, menargetkan percepatan pembangunan 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program 100 hari kerja. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan bagi puluhan ribu siswa di Kota Madiun.
Saat ini, sekitar 51 ribu siswa sekolah di Madiun berhak mendapatkan manfaat dari program MBG. Namun, jumlah SPPG yang tersedia masih sangat terbatas. Dari kebutuhan 17 unit, baru ada satu SPPG yang hanya mampu melayani 3 ribu siswa.
“Kita masih membutuhkan 16 unit SPPG tambahan. Targetnya, dalam 100 hari ke depan semua harus siap,” ungkap Maidi pada Rabu (5/3/2025).
Guna merealisasikan target tersebut, pembangunan SPPG akan menggunakan anggaran daerah (APBD), sedangkan suplai bahan baku akan didukung oleh anggaran pusat (APBN). Pemerintah Kota Madiun juga bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menetapkan 16 titik SPPG baru yang akan difungsikan sebagai dapur umum. Selain itu, setiap dapur akan disesuaikan dengan standar yang telah ditetapkan.
Tidak hanya menyasar siswa sekolah, program Makan Bergizi Gratis juga akan diperluas untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan, pemerintah kota turut mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur serta mengembangkan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) guna memastikan ketersediaan bahan pangan yang berkelanjutan.
“Dengan keterlibatan masyarakat, kita tingkatkan ketahanan pangan. Insya Allah dalam 100 hari kita sudah bisa panen dan hasilnya dapat dirasakan bersama,” tandas Maidi.
Dengan percepatan realisasi SPPG, diharapkan program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal, mendukung kesehatan anak-anak, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Madiun secara keseluruhan. [fiq/beq]






