Jawa Tengah (beritajatim.com)– Serial tayangan Netflix Gadis Kretek yang berhasil menghipnotis jutaan penonton menjadi serial favorit sepanjang jelang akhir tahun 2023. Alur cerita menarik membuat banyak orang penasaran, termasuk salah satunya adalah inisial Kota M yang disebut sebut dalam serial tersebut.
Banyak yang penasaran dimanakah letak kawasan dengan inisial Kota M seperti disebutkan di Gadis Kretek. Ternyata setelah ditelusuri lebih lanjut Kota M adalah Muntilan Jawa Tengah.
Dari hasil penelusuran sang penulis Novel Gadis Kretek, Ratih Kumala menyebutkan bahwa Kota M merupakan salah satu kawasan di Jawa Tengah (Jateng). Muntilan ini terletak di perbatasan Yogyakarta, Magelang dan Temanggung arah menuju ke Semarang.
BACA JUGA:Unesa Kembangkan Pickleball, Olahraga Asal Amerika Serikat
Adapun diakui sang penulis, Novel Gadis Kretek ditulis karena terinspirasi dari usaha kretek milik keluarga besarnya. Sang kakek dahulu tinggal di kawasan Muntilan. Adapun wilayah ini saat itu banyak sekali orang membuka usaha rokok kretek namun usaha ini tak bertahan lama karena mereka para pengusaha kecil kretek kalah dengan pengusaha besar akhirnya lambat laun bisnis usaha kretek di Muntilan makin lama makin tergusur.
Muntilan merupakan kawasan sejuk dan dingin berdekatan dengan wilayah penghasil tembakau sebagai bahan baku utama kretek yakni Temanggung. Maka nama Kota M yang mengandung maksud Muntilan adalah hal yang sangat lazim. Bahkan karena sejuknya wilayah ini maka Muntilan juga dapat ditanami tembakau.
Pada zaman dahulu Muntilan memiliki jalur kereta api. Jalur kereta api ini menghubungkan stasiun lokal di Yogyakarta dan Semarang dengan jalur Stasiun Tugu Yogyakarta selanjutnya Stasiun Blabak Mungkid, Stasiun Kebonpolo Magelang dan Stasiun Ambarawa Semarang. Dua stasiun di antaranya yakni Blabak dan Kebonpolo saat ini sudah tidak beroperasi lagi menjadi wilayah pemukiman padat penduduk.
BACA JUGA:Persebaya Siap Hadapi El Clasico Melawan Persija
Serial 5 episode ini berhasil membuat penonton bangga dan puas akan karya film Indonesia yang berkualitas. Konon katanya untuk lebih mendalami dalam memerankan Jeng Yah, Dian Sastrowardoyo harus melakukan ritual meminimalisir interaksi dengan banyak orang, menyendiri.
Serial berjumlah 5 episode ini diperankan oleh deretan aktor dan aktris Tanah Air terkemuka selain Dian Sastrowardoyo ada Ario Bayu, Ibnu Jamilo, Putri Marino, Arya Saloka, Tisa Biani dan sederet aktor dan aktris lainnya. (Aje)






