Lumajang (beritajatim.com) – Pencarian korban terakhir bencana tanah longsor di Dusun Supit, Desa/Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang, akhirnya membuahkan hasil. Tubuh Junaidi, penambang sekaligus sopir truk pasir, ditemukan pada Kamis (13/6/2024) setelah pencarian diperpanjang selama 3 hari.
Sebelumnya, operasi pencarian sempat dihentikan pada Senin (10/6/2024) sesuai SOP selama 7 hari sejak insiden longsor pada Senin (3/6/2024). Namun, atas permintaan keluarga, pencarian dilanjutkan selama 3 hari tambahan.
“Pencarian diperpanjang atas permintaan keluarga. Kami tim relawan melakukan pencarian selama 3 hari, dari Rabu hingga Jumat,” ungkap Rosid, Relawan Bencana Gunung Semeru.
Upaya pencarian membuahkan hasil pada Kamis siang. Jenazah Junaidi ditemukan di kedalaman 2 meter dari material longsor dan 5 meter dari tebing. Evakuasi dilakukan menggunakan alat berat. Jenazah berhasil diangkat pada pukul 13.40 WIB.
Kondisi Junaidi saat ditemukan cukup memprihatinkan. Wajahnya sudah tidak dapat dikenali dan kaki kirinya patah. Oleh karena itu, proses evakuasi dan pengangkatan jenazah dilakukan dengan tertutup. Media massa dilarang untuk mengambil gambar.
“Evakuasi dilakukan tertutup dan media dilarang mengambil gambar untuk menghormati kondisi jenazah dan keluarga,” tutur Rosid.
Setelah dievakuasi, jenazah Junaidi dibawa ke Puskesmas Pronojiwo. Kemudian, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Malang. Penemuan jenazah Junaidi membawa rasa lega bagi keluarga.
Dengan penemuan ini, operasi pencarian korban longsor tambang Lumajang resmi ditutup. “Keluarga bersyukur akhirnya jenazah Junaidi ditemukan,” kata Rosid. [vid/suf]






