Surabaya (beritajatim.com) – Kopi sering kali dijadikan kambing hitam saat seseorang kesulitan memejamkan mata. Namun, pernahkah Anda melihat teman yang justru bisa langsung tertidur lelap sesaat setelah menghabiskan secangkir kopi hitam? Fenomena ini membuktikan bahwa kopi bukanlah tersangka tunggal penyebab gangguan tidur.
Secara ilmiah, ada alasan rasional mengapa efek kopi bisa sangat bertolak belakang pada setiap orang dan mengapa penyebab asli insomnia sering kali bersembunyi di balik kebiasaan kita sendiri.
Alasan mengapa ada orang yang “kebal kopi” terletak pada genetik. Tubuh memiliki enzim CYP1A2 yang bertugas memecah kafein; mereka dengan metabolisme cepat akan mengolah kafein dengan sangat singkat sehingga efek “melek” hampir tidak terasa. Selain itu, bagi peminum kopi rutin, otak cenderung menambah jumlah reseptor adenosin (zat pemicu kantuk), sehingga kafein tidak lagi mempan membendung rasa lelah.
Bahkan, kopi yang tinggi gula justru bisa memicu sugar crash yang membuat tubuh lemas dan ingin segera tidur, bukannya segar.
Jika bukan kopi, lalu siapa tersangka asli insomnia Anda? Tersangka pertama yang jauh lebih berbahaya adalah Blue Light dari layar HP. Paparan cahaya biru di malam hari menipu otak agar berhenti memproduksi melatonin (hormon pemicu kantuk). Saat Anda sibuk scrolling sebelum tidur, otak secara teknis dipaksa mengira hari masih siang. Inilah yang membuat Anda terjaga semalaman, bukan sisa kafein di dalam cangkir Anda.
Penyebab kedua adalah Hyperarousal atau kondisi pikiran yang terlalu aktif. Banyak orang gagal tidur karena “keributan” di dalam kepala mereka sendiri—mulai dari cemas soal pekerjaan hingga memikirkan kejadian masa lalu. Kondisi ini memicu hormon kortisol yang membuat saraf tetap siaga (fight-or-flight).
Ditambah dengan jadwal tidur yang berantakan, jam biologis tubuh menjadi bingung kapan harus beristirahat. Tanpa rutinitas yang konsisten, tidur akan tetap menjadi barang mewah bahkan jika Anda tidak menyentuh kopi seharian.
Menghadapi insomnia menuntut kita untuk berhenti menyalahkan kafein dan mulai mengevaluasi gaya hidup. Kopi mungkin sedikit mengganggu kualitas tidur, namun musuh utamanya sering kali adalah layar di tangan Anda dan pikiran yang belum tenang. Mulailah dengan menjauhkan gawai satu jam sebelum tidur dan buatlah ritual malam yang rileks. Jadi, daripada terus menyalahkan cangkir Anda, cobalah untuk mulai memperbaiki kebiasaan sebelum tidur malam ini.
[Devi Dwi Windah Sari]

as a preferred source on Google




