Ringkasan Berita:
- Aliansi masyarakat sipil menggelar aksi “Rakyat Surabaya Menggugat” di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (15/6/2026).
- BEM SI Wilayah Jawa Timur juga menyiapkan demonstrasi terpisah pada Rabu (17/6/2026).
- Revisi UU Polri, UU TNI, Program Makan Bergizi Gratis, hingga kenaikan harga BBM menjadi tuntutan utama.
- BEM SI masih mematangkan lokasi aksi dan akan menggelar konsolidasi sehari sebelum demonstrasi.
Surabaya (beritajatim.com) – Kelompok masyarakat sipil dan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Jawa Timur berencana menggelar aksi demonstrasi secara terpisah di Surabaya pada pekan ini.
Kelompok masyarakat sipil lebih dahulu menggelar aksi bertajuk “Rakyat Surabaya Menggugat” di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (15/6/2026) pukul 15.00 WIB. Sementara itu, BEM SI Wilayah Jawa Timur menjadwalkan aksi tersendiri pada Rabu (17/6/2026).
Aksi tersebut mengusung sejumlah tuntutan terkait isu strategis nasional, di antaranya revisi Undang-Undang (UU) Polri, UU TNI, kondisi perekonomian nasional, penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), hingga penguatan nilai tukar rupiah.
Koordinator Lapangan masyarakat sipil sekaligus Aksi Kamisan Surabaya, Muhammad Ikhsan Aditya, mengatakan pihaknya mendesak pemerintah mencabut revisi UU Polri dan UU TNI yang dinilai membuka ruang munculnya kembali dwifungsi militer.
“Yang pertama soal pencabutan revisi Undang-Undang Polri yang dilakukan secara ugal-ugalan beberapa hari lalu. Yang kedua, pencabutan Undang-Undang TNI tahun 2025 yang memberi karpet bagi praktik militerisme dan dwifungsi TNI, kembalikan TNI ke barak,” ujar Ikhsan, Senin (15/6/2026).
Selain itu, massa aksi juga menyuarakan penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), disertai tuntutan penurunan harga BBM, penguatan nilai tukar rupiah, serta penghentian eksploitasi sumber daya alam.
“Lalu hentikan program MBG dan juga Koperasi Merah Putih. Lalu turunkan harga BBM, dan stabilkan nilai rupiah dan juga hentikan eksploitasi alam,” ucap Adit.
Ikhsan menjelaskan Gedung Negara Grahadi dipilih sebagai lokasi aksi karena merupakan salah satu kawasan strategis yang setiap hari dilalui masyarakat Surabaya. Menurutnya, aksi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian publik terhadap berbagai persoalan kerakyatan.
“Grahadi itu bagian dari jalan yang rakyat Surabaya memang lumrah melewati jalan itu. Di sana gedung yang bersejarah, dan kami berharap bisa menyampaikan aspirasi di gedung bersejarah di depan Grahadi,” katanya.
Ia menegaskan aksi terbuka bagi mahasiswa, buruh, pekerja, maupun elemen masyarakat sipil lainnya. Menurutnya, demonstrasi ini menjadi bentuk respons atas situasi yang berkembang sekaligus pemantik aksi yang lebih besar.
“Aksi ini sebetulnya respons dan bagian dari aspirasi kami, dan mungkin ini sebagai aksi pemantik untuk selanjutnya dilakukan aksi yang lebih besar lagi,” katanya.
Sementara itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Jawa Timur juga menyiapkan demonstrasi terpisah yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (17/6/2026).
Koordinator Wilayah BEM SI Jawa Timur, Muhammad Aqomaddin, mengatakan pihaknya masih mematangkan persiapan, termasuk menentukan titik lokasi aksi.
“Kami rencanakan aksi di tanggal 17 [Juni 2026], hari Rabu. Terkait titik lokasinya belum fix, karena kami belum melakukan pengecekan ke lapangan,” kata Aqomaddin.
Ia menyebut terdapat lima tuntutan utama yang akan disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut.
“Pertama, hentikan program MBG dan KDMP. Kedua, cabut UU Polri dan UU TNI. Ketiga, turunkan harga BBM. Keempat, tolak militerisme. Kelima, menuntut penguatan rupiah,” ujarnya.
Untuk mematangkan persiapan aksi, BEM SI Jawa Timur akan menggelar konsolidasi lanjutan sehari sebelum demonstrasi dilaksanakan.
“Insya Allah di H-1, tepatnya tanggal 16, kemungkinan kami akan mengadakan konsolidasi lanjutan,” pungkasnya. [rma/beq]

as a preferred source on Google




