Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 25 koperasi di Kota Malang ditutup sejak 2022 hingga 2025. Penutupan tersebut disebut menjadi pukulan berat bagi sektor koperasi pasca pandemi Covid-19 yang melanda wilayah tersebut.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 352 koperasi yang masih eksis dan telah dinyatakan sehat oleh pihaknya.
“Koperasi di Kota Malang termasuk eksis sebanyak 352 koperasi. Sudah kita verifikasi sehat beberapa kecil koperasi yang memang sudah kita tutup artinya sudah tidak sesuai dengan Undang-undang Koperasi lagi,” ujar Eko, Selasa (20/5/2025).
Ia menjelaskan bahwa dari total 25 koperasi yang ditutup, lima di antaranya terjadi pada awal tahun ini. Sementara itu, pada 2024 lalu terdapat 15 koperasi yang dihentikan operasionalnya.
“Tahun ini 5 koperasi kita tutup, tahun kemarin ada 15. Sepanjang 2022 itu sebanyak 25 koperasi yang kita tutup sejak pandemi Covid-19 atau sejak 2022,” lanjut Eko.
Menurut Eko, indikator koperasi yang sehat adalah koperasi yang rutin melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Pelaksanaan RAT 2025 dijadwalkan pada Mei hingga Juni. Setelah seluruh koperasi menjalani RAT, Diskopindag akan memperbarui data koperasi di Kota Malang.
“Koperasi yang sehat itu koperasi yang mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) setiap tahun. Kalau koperasi sehat pengurusnya masih eksis salah satunya melakukan RAT. Saat ini kami menunggu RAT. Tahun ini perkiraan Mei. Kalau semuanya sudah RAT berarti semuanya sudah sehat,” tuturnya. [luc/beq]






