Jember (beritajatim.com) – Kontribusi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan adalah sektor utama yang memberikan kontribusi terbesar dalam Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku (PDRB ADHB) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember, sektor ini pada 2021-2023 selalu mengalami peningkatan setiap tahun secara berturut-turut. Masing-masing sebesar Rp 21.089,5 miliar pada 2021, Rp 22.894,9 miliar pada 2022, dan Rp 24.544,7 miliar pada 2023.
“Kami sependapat bahwa peningkatan ekonomi berbasis usaha pertanian, kehutanan dan perikanan merupakan sektor yang perlu mendapatkan prioritas. Oleh karena itu sektor tersebut menjadi salah satu sasaran visi dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Jember 2025-2045, yaitu meningkatnya daya saing ekonomi daerah,” kata Bupati Hendy Siswanto.
Sementara itu, peningkatan produktivitas daerah dilaksanakan melalui misi mewujudkan transformasi ekonomi yang inklusif dan bertumpu pada potensi daerah yang berkelajutan. “Misi ini diwujudkan melalui arah pembangunan [ertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal yang mantap, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Hendy.
Arah kebijakannya adalah transformasi peningkatan produktivitas dan daya saing produk pertanian yang terintegrasi. “Dengan upaya penguatan ketahanan dan kemandirian pangan dan water prosperity melalui pengembangan kawasan strategis pertanian, khususnya di daerah yang terintegrasi dengan daerah lain di wilayah Tapal Kuda,” kata Hendy.
RPJPD Jember 2025-2045 memiliki visi Jember yang maju, berdaya saing, sejahtera, dan berkelanjutan. “Ini mengandung makna yang positif, bahwa dalam dua puluh tahun mendatang, Kabupaten Jember diharapkan menjadi daerah yang memiliki karakter masyarakat yang maju, didukung oleh perekonomian inklusif berbasis potensi lokal yang tumbuh mantap,” kata Hendy.
Perekonomian Jember pada akhirnya diharapkan dapat bersaing di tingkat regional, nasional, bahkan internasional. Perekonomian yang baik, lanjut Hendy, untuk mengurangi kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan antarwilayah serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya, Siswono, juru bicara Fraksi Gerakan Indonesia Berkarya DPRD Jember, menyebut pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jember saat ini tidak memiliki kesesuaian dengan PDRB. “Jember merupakan basis usaha pertanian, kehutanan dan perikanan yang seperti kita ketahui belum mendapatkan perhatian serius, sehingga belum berdampak terhadap peningkatan perekonomian dan menurunnya angka kemiskinan,” katanya.
Lebih jauh, Siswono juga menyebut janji Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman belum mampu memberikan perubahan nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan rakyat Jember. “Hampir semua program yang katanya prioritas, ternyata hanyalah ada di atas kertas,” katanya. [wir]






